Banjir dan Longsor di Aceh
2 Jembatan Darurat Mulai Dibangun, Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon
Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan 11 jembatan di sepanjang aliran Krueng Peusangan putus total.
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan 11 jembatan di sepanjang aliran Krueng Peusangan putus total.
- Dari jumlah tersebut, dua titik dipersiapkan untuk pemasangan jembatan darurat (Bailey), yaitu Jembatan Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup dan Jembatan Teupin Mane.
- “Dari data yang kita kumpulkan, terdapat kerusakan jalan sebanyak 295 titik dan 146 jembatan,” ujar Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen menyebabkan 11 jembatan di sepanjang aliran Krueng Peusangan putus total. Dari jumlah tersebut, dua titik dipersiapkan untuk pemasangan jembatan darurat (Bailey), yaitu Jembatan Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup dan Jembatan Teupin Mane.
Jembatan Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup disiapkan sebagai jembatan penghubung penghubung lintas kecamatan, kabupaten dan provinsi. Sedangkan Jembatan Teupin Mane untuk kelancaran arus transportasi Bireuen-Takengon. Material rangka jembatan Bailey untuk kedua lokasi tersebut telah tiba pada Senin (1/12/2025).
Bupati Bireuen, H Mukhlis ST, yang sedang memimpin koordinasi penanganan banjir di Posko Penanggulangan Bencana, menjelaskan bahwa Jembatan Awe Geutah Paya-Teupin Reudeup ditetapkan sebagai jalur alternatif antar kabupaten dan provinsi karena pemasangan Bailey tidak memungkinkan dilakukan di Jembatan Kutablang yang rusak parah akibat digerus banjir.
“Di Awe Geutah Paya masih tersisa struktur di sisi timur, sedangkan Kutablang sudah hilang total sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk pemasangan,” ujarnya.
Jika jembatan darurat pada jalur alternatif ini selesai dibangun, kendaraan roda empat seperti truk Colt Diesel dapat melintas dari Awe Geutah Paya menuju Lueng Daneun–Ulee Glee Makmur–Gandapura. Dari arah timur, arus kendaraan dapat melalui Simpang Leubu Makmur-Keude Ulee-Makmur-Lueng Daneun-Peusangan Siblah Krueng menuju titik jembatan, kemudian ke Uteun Gathom-Peusangan Selatan-Keude Peusangan-Bireuen.
“Rutenya memang lebih jauh, tetapi tetap dapat ditembus. Ruas-ruas jalan yang rusak di jalur alternatif sedang dibersihkan,” kata Mukhlis. Ia memperkirakan, jika tidak ada kendala, pembangunan jembatan darurat ditargetkan selesai dalam waktu lima hari.
Terkait penanganan Jembatan Kutablang, Bupati menjelaskan bahwa prosesnya membutuhkan waktu lebih lama karena diperlukan desain baru dan kajian teknis. Tim teknis akan turun ke lokasi untuk merancang pembangunan jembatan tersebut.
“Perhitungan sementara, pembangunan Jembatan Kutablang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan mulai dari tahap perencanaan. Karena itu, Jembatan Awe Geutah Paya disiapkan sebagai jalur alternatif antarprovinsi. Truk besar belum bisa melintas, namun kendaraan lainnya masih dapat lewat,” ujarnya.
Kerahkan 30 Pekerja
Material jembatan Bailey diangkut dengan menggunakan dua truk tronton. Mawardi, perwakilan tim pengangkut, mengatakan pemasangan jembatan akan segera dimulai dengan dukungan sejumlah alat berat dan setidaknya 30 pekerja. Ia memperkirakan pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu minggu.
Sementara itu, sampai saat ini, warga masih menyeberang dengan memanfaatkan dua batang kayu yang dipasang di sisi selatan jembatan. Dari arah barat atau Desa Teupin Reudeup, warga menuruni sisa jembatan dengan hati-hati, berjalan di atas kayu yang dibentangkan sebelum turun ke dasar sungai dan naik kembali ke badan jalan. Biaya penyeberangan diberikan secara sukarela dan dimasukkan ke kotak yang disediakan oleh warga.
Jalan dan Jembatan Rusak
Sementara itu, berdasarkan data dari Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Senin (1/12/2025) pukul 14.00 WIB, tercatat ada 295 titik jalan dan 146 jembatan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor, membuat sejumlah wilayah terisolasi dan sulit dijangkau.
“Dari data yang kita kumpulkan, terdapat kerusakan jalan sebanyak 295 titik dan 146 jembatan,” ujar Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.
Selain merusak jalan dan jembatan, bencana ini juga menghancurkan fasilitas umum lainnya, yakni 138 perkantoran, 50 tempat ibadah, 161 sekolah, dan 4 pondok pesantren. Kerusakan juga terjadi pada 71.385 unit rumah warga, 139.444 hektare sawah, dan 12.012 hektare kebun, serta berdampak pada 182 ekor ternak.
Banjir dan Longsor di Aceh
Jembatan Darurat Dibangun
Jembatan Darurat Mulai Dibangun
Hubungkan Aceh-Sumut dan Bireuen-Takengon
Jembatan Bailey
Serambinews.com
Serambinews
Serambi Indonesia
| Jembatan Tenge Besi Gajah Putih Dikerjakan Alat Berat, Akses Ditutup Sementara karena Rawan Longsor |
|
|---|
| Jalur KKA Arah Kem Ditutup Sementara, Polisi Imbau Warga Gunakan Jalur Alternatif |
|
|---|
| Korban Meninggal Sudah 173 Orang, Pemerintah Aceh Buka Posko Pengaduan |
|
|---|
| Seribuan Bayi Terancam Kelaparan di Aceh Tengah |
|
|---|
| Presiden Prabowo Janji Pulihkan Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-Darurat-Dibangun-Material-Jembatan-Baile-Tiba-di-Bireuen.jpg)