Berita Aceh Tenggara
Mobil Operasional BPBD Agara Banyak Rusak dan Tak Terawat, Penanganan Banjir Bandang Terkendala
Banjir bandang di Aceh Tenggara memperlihatkan lemahnya kesiapan BPBD karena banyak mobil operasional rusak dan tak terawat.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang di Aceh Tenggara memperlihatkan lemahnya kesiapan BPBD karena banyak mobil operasional rusak dan tak terawat.
- Minimnya kendaraan membuat evakuasi korban dan distribusi bantuan ke 65 desa terdampak berjalan lambat.
- Masyarakat mendesak pemerintah daerah segera mengevaluasi aset kendaraan agar penanganan bencana lebih maksimal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Bencana alam datang tanpa bisa diprediksi, sehingga kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi hal yang sangat penting.
Namun, musibah banjir dan banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis (27/11/2025) lalu, memperlihatkan lemahnya kesiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Di tengah bencana besar yang melanda 65 desa di Aceh Tenggara (Agara), mobil operasional BPBD yang seharusnya menjadi tulang punggung penanganan darurat justru banyak yang rusak dan tidak terawat.
Kondisi ini membuat tim kesulitan bergerak cepat untuk mengevakuasi korban maupun menyalurkan bantuan ke lokasi terdampak.
Sejumlah kendaraan operasional milik BPBD Aceh Tenggara diketahui sudah lama dibiarkan rusak di kantor tanpa perawatan.
Ketika bencana datang, minimnya kendaraan membuat tim penanggulangan bencana tidak bisa maksimal turun ke lapangan.
Baca juga: Pejabat BPBD Pidie Ubah Mobil Damkar Jadi Mobil Operasional Dinas untuk Angkut Minyak, Ini Alasannya
Tokoh masyarakat Aceh Tenggara, Dr Nasrul Zaman menilai, hal ini sebagai bukti lemahnya persiapan pemerintah daerah.
“Dari tahun ke tahun mobil operasional di BPBD Agara tak dirawat,” kata Nasrul.
“Nah, ketika terjadi musibah bencana seperti sekarang, kesulitan menangani bencana di lapangan karena mobil operasional yang cukup minim. Ini artinya persiapan jauh hari tidak ada,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Ia menambahkan, hampir setiap akhir tahun, Aceh Tenggara selalu dilanda bencana banjir.
Karena itu, menurutnya, sudah saatnya Bupati Aceh Tenggara menurunkan tim dari BPKD Agara untuk mendata seluruh aset kendaraan dinas, baik roda dua maupun roda empat.
Evaluasi menyeluruh terhadap BPBD dinilai penting agar penanganan bencana bisa lebih maksimal.
Baca juga: Akses Jalan Blangkejeren–Aceh Tenggara Lumpuh Total Selama 7 Hari, Warga Putri Betung Krisis Pangan
Pengakuan Kalak
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi, ST mengakui, bahwa cukup banyak mobil operasional yang rusak.
mobil operasional
mobil operasional BPBD
mobil operasional tak terawat
BPBD Aceh Tenggara
penanganan banjir
Aceh Tenggara
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| 13 Rumah di Aceh Tenggara Terbakar |
|
|---|
| Polisi Ringkus Pembunuh Bocah Sahila, Pelaku Merupakan Tetangga Korban |
|
|---|
| Banjir Bandang Rusak 26 Rumah |
|
|---|
| Pulihkan Akses Vital, TNI dan Warga Bersinergi Bangun Jembatan Gantung di Aceh Tenggara |
|
|---|
| Sekwil DPW PKB Aceh Ingatkan Kader PKB Jadi Jembatan Politik dan Aspirasi bagi Semua Kalangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-operasional-BPBD-Agara-rusak.jpg)