Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Sejumlah Warung di Banda Aceh Tutup Akibat tak Ada Gas, Ekonomi Warga Terdampak

Sejumlah warung kopi dan warung makan di Banda Aceh serta Aceh Besar terpaksa tutup karena kelangkaan gas LPG.

Tayang:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Indra Wijaya
WARUNG TUTUP - Penampakan warung dan rumah makan di Jalan Syiah Kuala, Banda Aceh yang tutup karena kelangkaan gas. Foto direkam pada Jumat (5/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah warung kopi dan warung makan di Banda Aceh serta Aceh Besar terpaksa tutup karena kelangkaan gas LPG. 
  • Kondisi ini membuat pedagang kehilangan pendapatan dan warga kesulitan mencari makanan di tengah listrik serta air PDAM yang sering mati. 
  • Selain itu, harga nasi dan makanan lain ikut naik akibat kelangkaan gas dan bahan pokok.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah warung kopi dan warung makan yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, terpaksa tutup akibat tak adanya stok gas LPG. 

Tutupnya sejumlah tempat usaha makanan dan warkop itu sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. 

Hal itu buntut kelangkaan gas yang memaksa para pedagang menutup sementara lapak dagangannya.

Pantauan wartawan Serambinews.com, Indra Wijaya pada Jumat (5/12/2025), untuk warung kopi yang memilih tutup sementara saat ini seperti Warkop Numero, pelaku UMKM berupa nasi geprek atau uduk, serta pedagang lainnya.

Seperti di kawasan Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, sejumlah tempat makan memilih tutup sementara. Buntutnya, ekonomi dan pendapatan pedagang terganggu di tengah situasi saat ini.

Ulfa Jazila, salah seorang masyarakat di kawasan Lamdingin mengaku, kesulitan lantaran minimnya pedagang yang menjual makanan di kawasan tersebut.

Baca juga: VIDEO Pasokan Gas Terhenti, Sejumlah Rumah Makan di Banda Aceh Ditutup

Pasalnya, saat ini kondisi mati listrik dan air PDAM yang kerap mati, memaksa ia sementara waktu tidak memasak, dan membeli makan siang atau malam dari luar.

“Di rumah juga nggak ada gas. Jadi kita beli nasi biasa dari pedagang,” ujarnya. 

“Kami biasa beli ayam geprek di kawasan Jalan Syiah Kual, tepatnya di depan Duo All Kopi. Tapi sekarang tempat usahanya tutup sementara. Mungkin karena nggak ada gas,” kata Ulfa.

Tempat usaha ayam geprek itu sendiri, kata Ulfa, sudah tutup sejak dua hari terakhir. 

Selain itu, akibat kelangkaan gas dan naiknya harga sejumlah bahan pokok, harga nasi yang dijualpun mengalami kenaikan. 

Dan itu hampir terjadi di beberapa tempat.

Baca juga: Malam Ini 135 Ton Gas Tiba di Pelabuhan Ulee Lheu, Besok Akan Langsung Disalurkan

“Bukan cuma nasi, lontong dan beberapa makanan dan minuman juga naik. Semoga ini segera dapat diatasi terkait kelangkaan gas ini,” ucapnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved