Banjir Landa Aceh
5 Excavator Sany Group Bergerak dari Medan, Dukung Penanganan Longsor Ruas Jalan KKA-Bener Meriah
Lima excavator dari PT Sany Group kini sedang dalam perjalanan darat menuju lokasi bencana untuk membantu pembukaan akses jalan Eks Kertas
Penulis: Alga Mahate Ara | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Lima excavator bantuan PT Sany Group bergerak menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah untuk membuka akses jalan Eks KKA yang terputus akibat bencana.
- Sany Foundation juga siap memasok BBM untuk kebutuhan mendesak, terutama generator BPBD Aceh Tengah, meski akses darat menuju Takengon terhambat kerusakan jalan.
- Bantuan alat berat dan BBM ini diharapkan mempercepat pemulihan serta kelancaran logistik dan komunikasi darurat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Alga Mahate Ara|Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Upaya penanganan kerusakan dampak bencana alam yang melanda Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mendapat dukungan signifikan berupa alat berat dan logistik bahan bakar minyak (BBM) yang dibutuhkan.
Lima excavator dari PT Sany Group kini sedang dalam perjalanan darat menuju lokasi bencana untuk membantu pembukaan akses jalan Eks Kertas Kraft Aceh (KKA) yang menghubungkan kabupaten Aceh Utara dengan Bener Meriah maupun Aceh Tengah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, menyampaikan bahwa pergerakan armada bantuan ini merupakan hasil koordinasi intensif dengan BNPB melalui Kedeputian Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) dan PT Sany Group.
"Alhamdulillah, dukungan alat berat berupa lima unit excavator untuk penanganan bencana pada ruas Jalan Eks. KKA - Bener Meriah - Aceh Tengah serta penanganan bencana alam di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, sudah bergerak dari Medan melalui jalur darat," ujar Andalika, Sabtu (6/12/2025).
"Mohon doanya semoga perjalanan ini berjalan lancar dan cepat sampai di lokasi," tambanya.
Selain bantuan alat berat, PT Sany Group melalui Sany Foundation juga memberikan respons cepat terhadap kebutuhan BBM yang sangat mendesak di lokasi bencana.
Baca juga: VIDEO Akses Banda Aceh-Medan Normal: Jembatan Alternatif Bireuen Ditargetkan Buka 10 Desember 2025
Hal ini terungkap dari hasil komunikasi antara Andalika dan perwakilan Sany Foundation.
Dalam komunikasi tersebut, Sany Foundation menyatakan kesiapan untuk mendukung penuh dengan menyediakan mesin dan bahan bakar, setelah mendapat informasi dari Abi di BNPB bahwa sejumlah mesin di Aceh kekurangan BBM.
Andalika, Kepala BPBD Aceh Tengah, menyampaikan terima kasih atas kepedulian tersebut.
Kebutuhan BBM paling mendesak adalah untuk mesin generator yang digunakan di kantor BPBD Aceh Tengah (Central Aceh) yang berlokasi di Takengon.
Lokasi pengiriman diminta langsung ke Kantor BPBD di Takengon, dekat Bandara Rembele.
Sany Foundation mengonfirmasi bahwa pengiriman dari gudang mereka di Desa Lampoet, Banda Aceh akan memakan waktu 3-5 jam.
Namun, mereka menghadapi kendala serius terkait kerusakan jalan akibat bencana.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Kirim LPG dan BBM dengan Kapal Laut ke Banda Aceh
"Kami punya gudang di Aceh. Ya, tapi dari lokasi manapun di Aceh, saat ini tidak ada akses darat untuk mencapai Aceh Tengah. Mungkin kecuali melalui pesawat," kata Andalika.
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
| Bantuan Rumah Rusak Tahap II Disalurkan di Aceh Tamiang |
|
|---|
| Hibah dana TKD untuk daerah bencana di Aceh |
|
|---|
| TNI Bangun Jembatan Aramco di Delima |
|
|---|
| Data Pascabencana 100 Persen Sinkron Aceh Tengah Masuk Tahap Lanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/beko-dari-medan-06122025.jpg)