Sabtu, 9 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Antre Panjang Kendaraan di SPBU Masih Terjadi di Aceh Tenggara 

Antrean panjang kendaraan bermotor untuk mengisi BBM di SPBU Lawe Desky, SPBU Kuning, SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kampung Melayu

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Ketua PWI Aceh Tenggara, Sumardi 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi|Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Pasca terjadi banjir bandang di Aceh Tenggara pada Kamis 27 November 2025 hingga Minggu (7/12/2025).

Antrean panjang kendaraan bermotor untuk mengisi BBM di SPBU Lawe Desky, SPBU Kuning, SPBU Lawe Kihing dan SPBU Kampung Melayu masih saja terjadi. 

Setiap mobil tangki pasok BBM di setiap SPBU, kendaraan bermotor sudah pada antrean panjang mengisi BBM

Wartawan peliput bencana di Aceh Tenggara juga kesulitan mendapatkan BBM saat hendak turun ke lapangan.

Terkait persoalan ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tenggara, Sumardi, angkat bicara.

Baca juga: Kapolres Gayo Lues Jelajah Hutan dengan Sepmor Trail Menuju Perbatasan Aceh Tenggara Selama 6 Jam

Pihaknya meminta kepada Pertamina melalui pengelola SPBU agar memprioritaskan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU -SPBU bagi jurnalis peliputan ke lokasi bencana banjir dan banjir bandang.

Selama ini, antrean panjang kendaraan bermotor hingga mengular di setiap SPBU di Agara untuk mengisi BBM, tentunya menyulitkan bagi para jurnalis untuk mendapatkan BBM.

Karena harus antrean berjam-jam, bahkan bisa 24 jam antrean untuk mengisi BBM.

Harga melambung tinggi

Para jurnalis yang tak sanggup antrean panjang terpaksa membeli BBM di pasaran dengan harga yang melambung tinggi. Namun, BBM pun sulit diperoleh.

Kondisi ini tentunya menyulitkan bagi wartawan untuk turun ke lapangan menyebarkan informasi atau mengupdate bencana banjir di Aceh Tenggara.

Baca juga: Antrean Panjang Kendaraan Bermotor "Kuras" Stok BBM di SPBU di Aceh Tenggara, Eceran Pun Langka

"Kita minta ada jalur khusus pengisian BBM di setiap SPBU bagi jurnalis peliputan di lokasi bencana. 

Tugas wartawan adalah misi kemanusiaan yang melaporkan terupdate informasi bencana alam yang saat ini terjadi di Aceh Tenggara," kata Sumardi kepada Serambinews.com, Minggu (7/12/2025).

Jadi, lanjutnya, pihaknya minta diprioritaskan bagi jurnalis dan pengaturan pengisian BBM bagi jurnalis di SPBU juga harus disetujui Polres Agara yang mengawal SPBU-SPBU tersebut. 

Misalnya, ditempel stiker mobil maupun sepeda motor jurnalis sebagai tanda khusus membedakan dengan kendaraan umum lainnya.(*)

Baca juga: Material Banjir Menumpuk, Polres Agara Terjunkan Personel Bersihkan Rumah Korban Banjir Leuser

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved