Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sabang

Kasus Stunting di Sukakarya Sabang Turun Sepanjang 2025, Begini Datanya

Jumlah kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Sabang turun dari 89 anak (2024) menjadi 68 anak (2025).

Tayang:
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
UKUR TINGGI BADAN - Petugas kesehatan Puskesmas Sukakarya, Sabang melakukan pengukuran tinggi badan seorang anak saat pemantauan tumbuh kembang di salah satu gampong wilayah setempat, Foto Dok Puskesmas Sukakarya 
Ringkasan Berita:
  • Jumlah kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Sabang turun dari 89 anak (2024) menjadi 68 anak (2025). 
  • Mayoritas kasus terjadi pada anak usia di bawah dua tahun, dengan Paya Seunara mencatat angka tertinggi.
  • Puskesmas menekankan pentingnya perhatian keluarga terhadap gizi dan pola asuh untuk menekan stunting lebih lanjut.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang

SERAMBINEWS,COM, SABANG - Jumlah anak stunting di wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Sabang menunjukkan penurunan pada tahun 2025. 

Pergeseran angka ini terlihat dari hasil pemutakhiran data yang dilakukan sepanjang tahun.

Kepala Puskesmas Sukakarya, Sabang, Fadhiah Hanum mengatakan, bahwa berdasarkan pemantauan yang dilakukan tim kesehatan, tahun ini tercatat 68 anak masuk kategori stunting. 

Jumlah tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 89 anak.

“Pada 2024, jumlah kasus stunting tercatat sebanyak 89 anak, dan di tahun 2025 turun menjadi 68 anak,” bebernya. 

“Mayoritas berada pada usia di bawah dua tahun,” ujar Fadhiah Hanum, Sabtu (6/12/2025).

Baca juga: 38 Ribu Keluarga di Aceh Berisiko Stunting, Program Genting Jadi Andalan BKKBN

Fadhiah menjelaskan, perbandingan data dilakukan secara berkala untuk melihat gambaran kondisi gizi anak di setiap gampong. 

Dari enam gampong yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Sukakarya, Gampong Paya Seunara menjadi wilayah dengan angka stunting tertinggi.

Ia menambahkan, perubahan angka ini menunjukkan adanya pergeseran kondisi yang perlu terus dipantau. 

Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan setiap anak mendapatkan perhatian keluarga terkait pola makan dan tumbuh kembang.

“Kami mengimbau orang tua untuk lebih memperhatikan kebutuhan gizi anak, terutama di masa pertumbuhan,” imbau dia. 

“Pola asuh dan pemenuhan nutrisi dasar sangat penting,” jelas Fadhiah.

Baca juga: Warga Aceh Besar Dilatih Olah Pangan Lokal untuk Anak, Nutrisi Cegah Stunting

Puskesmas Sukakarya berharap kesadaran keluarga terus meningkat agar kasus stunting di Sabang dapat terus ditekan pada tahun-tahun berikutnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved