Selasa, 2 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Banjir Rusak 212 Dayah di Aceh Utara, Aktivitas Pengajian Belum Normal

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah 26 dari 27 kecamatan di Aceh Utara berdampak kerusakan serius terhadap sarana pendidikan keagamaan

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa turun menemui korban banjir di pedalaman 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah 26 dari 27 kecamatan di Aceh Utara berdampak kerusakan serius terhadap sarana pendidikan keagamaan.

Hasil pendataan Dinas Pendidikan Dayah yang diperoleh Serambinews.com, pada Senin (8/12/2025), mencatat, sebanyak 212 dayah atau pesantren mengalami kerusakan akibat bencana tersebut.

Dari total tersebut, 9 dayah mengalami kerusakan berat, 196 dayah rusak sedang, dan 7 dayah lainnya mengalami kerusakan ringan.

“Kerusakan meliputi berbagai fasilitas utama penunjang kegiatan belajar mengajar santri,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM kepada Serambinews.com, Senin (8/12/2025).

Baca juga: Relawan Kemenag Aceh Bersihkan Masjid dan Madrasah di Aceh Utara, Bireuen, dan Langsa

Selain ruang belajar, sejumlah bangunan pendukung seperti gedung, balai pengajian, asrama santri, mobil operasional, serta sarana lainnya juga turut terdampak banjir.

Beberapa lokasi bahkan masih terendam air dan lumpur, sehingga aktivitas pendidikan belum dapat kembali berjalan normal.

Kondisi paling memprihatinkan terjadi pada dayah yang mengalami kerusakan berat. 

Bangunan utama dilaporkan roboh, perabot belajar hanyut, serta kitab-kitab santri rusak terendam air.

Sementara pada kategori rusak sedang, sebagian besar bangunan masih berdiri, namun dinding, lantai, serta perlengkapan belajar mengalami kerusakan cukup parah.

Baca juga: Update Banjir Aceh 7 Desember 2025: Korban Jiwa di Aceh Timur & Aceh Utara Bertambah, Total 366 Jiwa

Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Dayah kata Ayahwa, saat ini masih terus melakukan pendataan lanjutan sekaligus memetakan kebutuhan mendesak untuk penanganan darurat, termasuk kebutuhan logistik santri, pembersihan lumpur, serta rencana rehabilitasi bangunan.

Mengganggu proses pendidikan ribuan santri 

Banjir yang terjadi sejak akhir November 2025 ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu proses pendidikan ribuan santri di berbagai wilayah terdampak.

Ayahwa berharap dukungan dan bantuan kepada semua pihak agar dapat mempercepat upaya pemulihan sehingga kegiatan pendidikan di dayah dapat kembali berjalan.

“Mereka anak-anak kita harus segera mendapat kembali pendidikan, dapat mengaji lagi,  apalagi sudah dua pekan lebih mereka tidak bisa belajar,” ungkap Ayahwa.(*)

Baca juga: Vilmei Syok Lihat Mobil–Motor Terkubur Lumpur 2 Meter, Warga Minta Alat Berat, Air Naik Jam 2 Pagi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved