Minggu, 24 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati Bireuen Tinjau Lokasi Pembangunan Huntap

Bupati Bireuen melihat langsung lokasi yang akan dibangun huntap bagi korban banjir. FADLI ABDULLAH, Kadis Perkim Bireuen

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/IST
TINJAU - Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fadli Abdullah, dan Camat Juli, Hendri Maulana meninjau lokasi Pembangunan huntap di kawasan Bivak, Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Jumat (22/5) sore. 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Bireuen melihat langsung lokasi yang akan dibangun huntap bagi korban banjir. FADLI ABDULLAH, Kadis Perkim Bireuen
  • Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama tim Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Bireuen, Jumat (22/5/2026) sore, mengirim dua unit alat berat ke Bivak, Krueng Simpo, Kecamatan Juli
  • Kepala BPBD Bireuen, Marwan ST MT bersama tim terkait juga  sudah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi sekaligus meninjau area pembangunan rumah.

Bupati Bireuen melihat langsung lokasi yang akan dibangun huntap bagi korban banjir. FADLI ABDULLAH, Kadis Perkim Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Bupati Bireuen, H Mukhlis ST bersama tim Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Bireuen, Jumat (22/5/2026) sore, mengirim dua unit alat berat ke Bivak, Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Selain mengirim alat berat, Bupati Bireuen bersama tim serta Camat Juli juga meninjau lokasi sebagai lahan pembangunan Hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir.

Hal tersebut disampaikan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Bireuen, Ir Fadli Abdullah ST MSM kepada Serambi, Sabtu (23/5/2026). 

Dua alat berat, katanya, untuk pembersihan lokasi atau land clearing lokasi pembangunan huntap sistem komunal di dua lokasi yaitu di Bivak, dan Alue Keumiki, Krueng Simpo, Juli. 

Lokasi Bivak luasnya mencapai 7.800 meter untuk dibangun 31 unit rumah bagi korban banjir, khususnya buat warga Bivak. Kemudian, lokasi Alue Keumiki, Krueng Simpo luasnya 7.011 meter untuk pembangunan 17 unit rumah bagi korban banjir warga setempat.

Pembersihan lokasi sebagai salah satu hal penting bagi tim untuk segera dibangun huntap bagi korban banjir. " Bupati Bireuen melihat langsung lokasi yang akan dibangun huntap bagi korban banjir," ujarnya.

Alat berat melakukan  pembersihan dan penyiapan lahan sekaligus membersihkan dari pepohonan, semak belukar, serta sisa akar. Pembersihan merupakan tahap penting bagi pemerintah untuk dibangun rumah nantinya. 

Fadli menambahkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia akan membangun 41 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi 41 kepala keluarga korban banjir bandang di Dusun Bivak, dan Alue Keunire Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Camat Juli Bireuen, Hendri Maulana mengatakan, alat berat diberangkatkan melalui jalan di Km 17 ke arah barat, berjarak sekitar 4 Km lebih. Kini, pembersihan lokasi dengan alat berat mulai dilakukan. 

Sementara lokasi kedua sebelah timur Km 17 untuk korban banjir lainnya warga Krueng Simpo. Banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu menyebabkan puluhan warga kehilangan tempat tinggal. Saat ini, korban banjir masih menempati meunasah setempat sebagai tempat pengungsian sementara.(yus)

Rekomendasi Badan Geologi Bandung

Kepala BPBD Bireuen, Marwan ST MT bersama tim terkait juga  sudah turun ke lokasi untuk melakukan koordinasi sekaligus meninjau area pembangunan rumah. Lokasi pembangunan huntap dipusatkan di kawasan Bivak dan Alue  Keumiki.

Pemkab bersama BPBD terus mendorong percepatan realisasi program tersebut, agar warga segera mendapatkan tempat tinggal yang layak. “Warga sangat berterima kasih dan berharap pembangunan dapat segera dimulai. Pemkab dan BPBD Bireuen juga mendorong Satgas agar program ini dipercepat,” katanya.

Terkait waktu pelaksanaan pembangunan, Marwan mengaku,  pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari Kementerian PKP. Ia juga menjelaskan, lokasi yang akan digunakan untuk pembangunan huntap sudah memperoleh rekomendasi dari Badan Geologi Bandung dan dinyatakan layak untuk dibangun. 

Dusun Bivak merupakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir bandang akhir November 2025 lalu. Saat kejadian, kawasan tersebut sempat terisolasi akibat putusnya akses jalan dan jembatan. Selain itu, sejumlah rumah warga hilang dan rusak, sementara jaringan listrik mengalami pemadaman total.(yus)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved