Banjir Landa Aceh
Pemkab Aceh Singkil Didesak Bangun Jembatan Darurat di Gosong Telaga Barat
"Kalaulah boleh meminta kepada pemerintah segeralah bangun jembatan darurat untuk becak dan mobil bisa lewat," kata Radiah warga setempat.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Selasa (8/12/2025), warga Aceh Singkil mendesak pemda segera membangun jembatan darurat di dua titik jalan putus di Desa Gosong Telaga Barat, Singkil Utara, pascabanjir.
- Warga berharap pemerintah segera membangun jembatan darurat agar becak & mobil bisa lewat.
- Putusnya jembatan membuat perekonomian semakin berat bagi korban banjir yang berusaha bangkit.
- Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat meninjau lokasi pada 4 Desember 2025 sudah mengarahkan agar segera dibangun jembatan darurat..
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil, didesak segera bangun jembatan darurat di dua titik jalan putus di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara.
Langkah itu agar roda perekonomian masyarakat pascabanjir bisa bergerak.
Sebab putusnya jembatan di dua titik membuat prekonomian masyarakat terpukul.
Mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital menuju Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil dan sebaliknya.
Antara lain hasil perkebunan kelapa sawit sulit dijual ke pengepul.
Kalau pun bisa, harus naik perahu melalui danau Anak laut, tentu dengan ongkos lebih besar.
Begitu juga dengan pedagang kecil, akibat jalan putus jarang pembeli.
Belum lagi pengangkutan logistik antar pulau yang melewati jembatan yang putus sebelum dikirim melalui dermaga Anak Laut.
"Kalaulah boleh meminta kepada pemerintah segeralah bangun jembatan darurat untuk becak dan mobil bisa lewat," kata Radiah warga di kawasan Danau Anak Laut Indah, yang tempat tinggalnya terisolasi jembatan putus, Selasa (8/12/2025).
Baca juga: Perumda Tirta Pase Aceh Utara Percepat Perbaikan 9 IPA Untuk Suplai Air Bersih ke Korban Banjir
Putusnya jembatan di Gosong Telaga Barat, membuat perekonomian berbiaya tinggi.
Untuk ke luar masuk Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, dari Singkil Utara, sekali menyebrang butuh biaya Rp 15 ribu.
Jika pulang pergi menjadi Rp 30 ribu.
Belum lagi ditambah bahan bakar minyak (BBM) yang harus antre berjam-jam di stasiun pengisian bahan bakar umum.
Maka lengkaplah penderitaan para korban banjir, yang sedang berupaya menata kembali kehidupannya.
Sebagai solusi pembanguan jembatan darurat menjadi keniscayaan demi mendorong pergerakan ekonomi rakyat.
Lebih-lebih Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, saat meninjau jembatan ambruk di Gosong Telaga Barat, Kamis (4/12/2025) lalu sudah mengarahkan agar dibangun jembatan darurat.(*)
Baca juga: Usai Banjir, Warga Aceh Timur Ramai-ramai Jual Emas untuk Menyambung Hidup
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jembatan-putus-di-Gosong-Telaga-Barat-Kecamatan-Singkil-Utara-Kabupaten-Aceh-Singkil.jpg)