Rabu, 27 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Listrik Belum Juga Normal, Bupati Aceh Besar Syech Muharram Minta Penjelasan PLN, Begini Katanya

Tidak puas dengan jawaban teknis, Syech Muharram meminta kepastian waktu kapan listrik benar-benar kembali normal di seluruh Aceh Besar.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/AGUS RAMADHAN
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, meminta penjelasan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait listrik padam yang terus berlarut-larut di wilayahnya.  

Listrik Belum Juga Normal, Bupati Aceh Besar Syech Muharram Minta Penjelasan PLN, Begini Katanya

SERAMBINEWS.COM, ACEH BESAR – Bupati Aceh Besar, Muharram Idris atau Syech Muharram, meminta penjelasan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) terkait listrik padam yang terus berlarut-larut di wilayahnya. 

Pasalnya, masyarakat mengeluhkan kondisi kelistrikan yang belum stabil, meski sebelumnya pemerintah pusat telah menyampaikan jadwal pemulihan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa listrik di Aceh, khususnya Aceh Besar dan Banda Aceh, diperkirakan kembali normal pada Sabtu (6/12/2025). 

Namun, dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto pada Minggu (7/12/2025) malam di Aceh, jadwal tersebut direvisi menjadi Senin (8/12/2025) pukul 12.00 WIB.

Hingga Senin sore, kenyataannya sebagian besar wilayah di Aceh Besar belum mendapatkan pasokan listrik yang stabil. 

Sebagian wilayah masih padam, sementara area lain menyala tidak merata. 

Kondisi ini menimbulkan keluhan dan pertanyaan masyarakat, yang kemudian disampaikan langsung kepada Bupati Aceh Besar.

Menanggapi keresahan warga, Syech Muharram langsung menghubungi Manajer PLN UP3 Banda Aceh, Rudi Hamiri, dari Posko Tanggap Darurat Kabupaten Aceh Besar di Sibreh Keumude, Kecamatan Sukamakmur, Senin (8/12/2025) sore.

Baca juga: Bantah Klaim Bahlil Soal Kondisi Listrik Capai 93 Persen, Pemerintah Aceh: Masyarakat Kecewa

Ia meminta penjelasan langsung terkait ketidakpastian pemulihan listrik di Aceh Besar.

Dalam percakapan tersebut, Rudi menjelaskan bahwa sistem transmisi Arun–Bireuen sudah beroperasi dan sejatinya mampu membantu pemulihan listrik di Aceh Besar.

“Jadi nanti di kita itu aliran listrik dipasok dari Nagan dan Arun. Untuk memproses ke Aceh Besar itu butuh waktu sinkronnya Arun ke kita,” ujar Rudi.

Menurutnya, beberapa wilayah yang masih mengalami pemadaman merupakan bagian dari proses penormalan sistem kelistrikan.

Tidak puas dengan jawaban teknis, Syech Muharram meminta kepastian waktu kapan listrik benar-benar kembali normal di seluruh Aceh Besar.

“Kira-kira normalnya itu kapan?” tanya Bupati dengan tegas.

Rudi menjelaskan bahwa secara daya, suplai listrik sudah mencukupi setelah adanya pasokan tambahan dari Arun. 

Namun, karena kondisi sistem masih isolated atau belum terhubung penuh ke jaringan interkoneksi, proses pemulihan tidak bisa dilakukan secara instan.

“Jadi ini harus pelan-pelan. Untuk ketersediaan daya sudah cukup, tapi sistemnya belum terhubung semua,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemadaman bergilir masih dilakukan, terutama ketika Gardu Induk (GI) harus melepaskan beban sebelum menerima aliran dari pembangkit lain.

“Pemadaman itu terjadi saat penormalan. Misalnya di GI Jantho, yang sebelumnya dari Nagan, harus melepas beban dulu sebelum menerima pasokan dari Arun,” ujarnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Syech Muharram kembali menegaskan kekhawatiran masyarakat.

“Maksud saya, apakah proses itu lama? Apa sampai lima hari atau seminggu ke depan?” tanyanya.

Rudi kemudian memastikan bahwa proses sinkronisasi diperkirakan berlangsung cepat.

“Apabila malam ini dilakukan, itu (pemadaman sementara) yang akan terjadi (saat proses sinkronisasi). Sistemnya masih isolated,” jelasnya.

Meski begitu, PLN belum dapat memastikan waktu pasti seluruh wilayah Aceh Besar mendapatkan suplai listrik stabil. 

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Baca dan Ikuti Berita Serambinews.com di GOOGLE NEWS  

Bergabunglah Bersama Kami di Saluran WhatsApp SERAMBINEWS.COM 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved