Banjir Landa Aceh
PUPR Aceh Dampingi Percepatan Pemasangan Jembatan Bailey di Wilayah Terdampak
Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan infrastruktur yang rusak agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, Ir. Mawardi, ST., turun langsung melakukan pendampingan pemasangan jembatan Bailey di sejumlah wilayah terdampak bencana. Ia meminta seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses pembangunan agar akses masyarakat dapat segera pulih.
Hal itu disampaikan Mawardi kepada Serambi Indonesia seusai meninjau progres pemasangan jembatan Bailey di Awe Geutah, serta melihat pemasangan Bailey oleh TNI dan pihak BUMN di Krueng Tingkeum, Kutablang. Senin (8/12/2025). Tindakan ini dilakukan atas arahan Gubernur dan Sekda Aceh dalam rapat anev ke-9 di Kantor Gubernur pada Sabtu malam lalu.
"Sinergitas antarinstansi menjadi kunci dalam percepatan pemulihan akses transportasi di Aceh," tegas Mawardi.
Sebagai bentuk tindak lanjut percepatan tersebut, Dinas PUPR Aceh telah mengirimkan material Jembatan Rangka Baja Panel (Bailey) pada Minggu malam (7/12) dimuat dan diberangkatkan dari Gudang Peralatan PUPR Aceh. Material yang merupakan sisa bantuan masa rehabilitasi tsunami tersebut dipersiapkan untuk penanganan jembatan yang terdampak banjir bandang di kawasan Awe Geutah, jalur penghubung Lhokseumawe-Bireuen.
Proses pemuatan dilakukan oleh Tim Peralatan dan Perbekalan PUPR Aceh. Langkah ini menjadi bagian dari upaya percepatan penanganan infrastruktur yang rusak agar akses masyarakat dapat segera kembali normal.
Adapun material yang dimuat terdiri dari 12 panel, 5 chord, dan 2 pin yang telah diserahkan secara lengkap sebelum pengangkutan. Seluruh komponen ini merupakan bagian penting dari struktur jembatan darurat yang akan dipasang untuk memastikan jalur transportasi tetap terbuka.
“Hasil tinjauan lapangan menunjukkan adanya kekurangan 12 panel untuk pemasangan jembatan Bailey di Awe Geutah. Awalnya direncanakan sepanjang 30 meter, namun untuk memperkuat dudukan dan memastikan keamanan, panjang jembatan ditambah menjadi 36 meter sehingga diperlukan penambahan panel,” ujar Mawardi saat meninjau langsung proses pemasangan Bailey di lokasi tersebut.
Mawardi menambahkan, proses pemuatan dan pengantaran material dipantau ketat oleh Tim Peralatan dan Perbekalan PUPR Aceh guna memastikan kelengkapan dan keamanan selama perjalanan. Truk trado pengangkut material diberangkatkan dari area gudang pada pukul 01.55 WIB menuju Kabupaten Bireuen.
"Berdasarkan informasi dari petugas bernama Somat, Rabu nanti jembatan tersebut sudah dapat dilalui secara fungsional, meski masih terbatas jenis kendaraan yang melewati sambil menunggu penyelesaian secara menyeluruh (penuh)." Mawardi memastikan, langkah cepat ini dilakukan untuk mendukung penanganan darurat infrastruktur dan memulihkan konektivitas masyarakat di Awe Geutah secepat mungkin.
Apresiasi Sinergitas Lintas Instansi
Selain itu, Mawardi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, TNI/Polri, instansi terkait lainnya, serta masyarakat setempat yang telah mendukung percepatan pemasangan jembatan Bailey di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh.
Menurut Mawardi, kolaborasi lintas lembaga telah mempercepat proses pemulihan sehingga mobilitas masyarakat tetap terjaga. Ia menilai koordinasi yang solid juga penting agar seluruh jalur strategis yang rusak dapat kembali berfungsi, terutama untuk mendukung aktivitas warga dan distribusi logistik pascabencana.
Sementara itu, untuk pembangunan jembatan Bailey di Krueng Tingkeum, Kuta Blang, pihak TNI bersama PT Adhi Karya (BUMN) telah mengirimkan material jembatan darurat tersebut. Jembatan dengan panjang sekitar 70 meter itu akan segera dipasang setelah putus jembatan sebelumnya akibat terjangan banjir bandang pada November lalu.
Berdasarkan informasi dari perwakilan Adhi Karya dan unsur TNI di lapangan, pekerjaan jembatan Bailey tersebut ditargetkan rampung dalam 3 hingga 4 minggu mendatang. “Amanah dari Gubernur, agar melakukan percepatan karena kebutuhan logistik bagi masyarakat sangat mendesak serta sesegera mungkin dapat di akses melalui jalur darat,” pungkas Mawardi.
| Jangkau Titik Kebakaran Sisa Kayu Banjir di Aceh Tamiang, Mesin Damkar Diseberangkan Pakai Perahu |
|
|---|
| Pemerintah Akui Sulit Bersihkan Lumpur |
|
|---|
| Dilanda Hujan, Huntara Korban Banjir di Langkahan-Aceh Utara Terendam Air |
|
|---|
| Korban Banjir Bireuen Mulai Menerima Bantuan Jadup |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Gandeng Apdesi Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pemasangan-Jembatan-Bailey-di-Bireuen.jpg)