Minggu, 19 April 2026

Berita Bireuen

Desa Balee Panah Juli Bireuen Rusak Parah, 56 Rumah Hilang dan Puluhan Terancam Longsor

Banjir bandang di Desa Balee Panah, Juli Bireuen, menghancurkan 56 rumah, menimbun 9, dan mengancam 25 lainnya.

Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
KAMPUNG JADI SUNGAI - Perkampungan Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Bireuen sebagian sudah menjadi sungai akibat terdampak banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Desa Balee Panah, Juli Bireuen, menghancurkan 56 rumah, menimbun 9, dan mengancam 25 lainnya. 
  • Sebanyak 365 KK dengan 1.346 jiwa terpaksa mengungsi ke empat lokasi karena kehilangan tempat tinggal.
  • Warga berharap pemerintah segera turun tangan, sebab lokasi rumah kini berubah menjadi aliran sungai baru.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEW.COM, BIREUEN – Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, menjadi salah satu wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir bandang yang melanda pada Rabu hingga Kamis (26–27/11/2025).

Musibah tersebut menghancurkan pemukiman warga, merusak fasilitas umum, serta memaksa ribuan jiwa mengungsi.

Data yang dihimpun Serambinews.com menyebutkan, dampak banjir bandang Desa Balee Panah cukup merusakkan.

Tercatat, sebanyak 56 unit rumah hilang tersapu arus deras banjir.

Kemudian, 9 rumah tertimbun lumpur, sementara 25 rumah lainnya terancam longsor, dan tidak aman untuk ditempati.

Belum lagi ada 8 unit tempat usaha milik warga hanyut terbawa arus sungai.

Baca juga: Takut Banjir Berulang, Korban Banjir Bandang di Pijay Desak Tumpukan Kayu di Sungai Dibersihkan

Lalu, fasilitas umum seperti jembatan, gedung PKK, serta Dayah Istiqamatuddin Babul Ilmi, ikut rusak dan tertimbun longsor.

Tak ketinggalan, puluhan hewan ternak, baik lembu maupun kambing, mati atau hanyut terbawa banjir.

Kondisi Pengungsi

Keuchik Balee Panah, Muntazar, SE menjelaskan, bahwa akibat kerusakan besar tersebut, sebanyak 365 kepala keluarga (KK) dengan total 1.346 jiwa, kini harus mengungsi.

Para pengungsi tersebar di empat lokasi, yaitu Dusun Kayee Jatoe, dua titik di Dusun Barona, serta Dusun Alue U.

“Kami belum tahu sampai kapan harus bertahan di pengungsian,” terangnya.

“Rumah sudah tidak ada lagi, bahkan ada warga yang masih memiliki rumah tetapi terancam longsor sehingga takut untuk kembali,” ujar Muntazar.

Baca juga: Selain Jembatan Kutablang Putus, 16 Rumah Warga Tingkeum Mayang -Bireuen Juga Hilang Disapu Banjir

Masyarakat sangat berharap adanya langkah nyata dari pemerintah untuk membantu pemulihan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved