Kamis, 23 April 2026

Berita Aceh Tenggara

Pasca Banjir Bandang Ketambe, Pasokan Listrik Belum Normal di Agara

Pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, pasokan listrik masih belum normal.

Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
PASOKAN LISTRIK - Manager PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi menyebutkan, pasokan listrik belum normal pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, pasokan listrik masih belum normal. 
  • Desa Bener Bepapah sudah mendapat aliran listrik, namun Desa Seldok hingga Rumah Bundar masih padam total. 
  • PLN sedang membangun jaringan baru dan warga berharap pemulihan segera karena aktivitas sehari-hari terganggu.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Kondisi pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis (27/11/2025) lalu, masih menyisakan berbagai persoalan.

Salah satunya adalah pasokan arus listrik yang hingga kini belum kembali normal.

Warga di sejumlah desa masih harus bertahan dalam kegelapan karena jaringan listrik rusak parah diterjang banjir.

Manager PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi menjelaskan, bahwa hingga Senin (8/12/2025), aliran listrik di Kecamatan Ketambe belum sepenuhnya pulih.

Ia merincikan, Desa Bener Bepapah sudah kembali mendapat pasokan listrik meski belum stabil.

Namun, Desa Seldok hingga Desa Rumah Bundar, yang berada di perbatasan Gayo Lues (Galus) masih mengalami pemadaman total.

Baca juga: Banjir di Pijay Renggut Nyawa 28 Warga & 92 Rumah Lenyap, BPBD Cairkan BTT Rp 400 Juta

Hal ini disebabkan oleh rusaknya jaringan listrik di kawasan Naga Kesiangan hingga Desa Seldok, sehingga PLN harus membangun jaringan baru dari nol.

Firwan menambahkan, pihaknya menargetkan pemulihan dapat dilakukan pada bulan Desember 2025.

Namun, hal itu sangat bergantung pada akses Jalan Nasional Aceh Tenggara menuju Gayo Lues. Jalan tersebut harus bisa dilalui kendaraan berat seperti truck crane untuk mempercepat pemasangan tiang dan jaringan listrik baru.

Sementara itu, Camat Ketambe, Miftahul Khairi, SSTP, MAP mengungkapkan, bahwa pihak PLN saat ini sedang melakukan pemasangan tiang listrik di beberapa titik.

Setelah tiang berdiri, tahap berikutnya adalah penarikan kabel agar listrik bisa kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

Ia menegaskan, bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra karena medan di Ketambe cukup sulit.

Baca juga: Listrik di Langsa Kembali Padam Sejak Magrib, Kota Gelap Gulita

Ditambah kondisi pasca banjir yang masih menyisakan lumpur serta kerusakan jalan.

Pemadaman listrik berkepanjangan membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Misalnya, warga kesulitan menjalankan usaha kecil seperti warung dan bengkel.

Lalu, anak-anak tidak bisa belajar dengan nyaman di malam hari.

Fasilitas kesehatan juga terhambat karena peralatan medis membutuhkan listrik.

Selain itu, warga yang masih tinggal di pengungsian semakin terbebani karena harus menghadapi keterbatasan penerangan dan akses komunikasi.

Baca juga: VIDEO Listrik Tak Kunjung Pulih, Bupati Aceh Besar Minta Penjelasan PLN

Masyarakat Ketambe berharap agar proses perbaikan jaringan listrik dapat segera diselesaikan.

Mereka juga meminta pemerintah daerah dan PLN untuk mempercepat koordinasi, terutama dalam membuka akses jalan yang menjadi penghubung utama distribusi material perbaikan.

“Semoga dalam waktu dekat listrik bisa kembali normal, karena warga sangat bergantung pada pasokan listrik untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Camat Miftahul Khairi.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved