Berita Aceh Tenggara
Pasca Banjir Bandang Ketambe, Pasokan Listrik Belum Normal di Agara
Pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, pasokan listrik masih belum normal.
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Pasca banjir bandang di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, pasokan listrik masih belum normal.
- Desa Bener Bepapah sudah mendapat aliran listrik, namun Desa Seldok hingga Rumah Bundar masih padam total.
- PLN sedang membangun jaringan baru dan warga berharap pemulihan segera karena aktivitas sehari-hari terganggu.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Kondisi pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara pada Kamis (27/11/2025) lalu, masih menyisakan berbagai persoalan.
Salah satunya adalah pasokan arus listrik yang hingga kini belum kembali normal.
Warga di sejumlah desa masih harus bertahan dalam kegelapan karena jaringan listrik rusak parah diterjang banjir.
Manager PLN ULP Kutacane, Firwan Moesnadi menjelaskan, bahwa hingga Senin (8/12/2025), aliran listrik di Kecamatan Ketambe belum sepenuhnya pulih.
Ia merincikan, Desa Bener Bepapah sudah kembali mendapat pasokan listrik meski belum stabil.
Namun, Desa Seldok hingga Desa Rumah Bundar, yang berada di perbatasan Gayo Lues (Galus) masih mengalami pemadaman total.
Baca juga: Banjir di Pijay Renggut Nyawa 28 Warga & 92 Rumah Lenyap, BPBD Cairkan BTT Rp 400 Juta
Hal ini disebabkan oleh rusaknya jaringan listrik di kawasan Naga Kesiangan hingga Desa Seldok, sehingga PLN harus membangun jaringan baru dari nol.
Firwan menambahkan, pihaknya menargetkan pemulihan dapat dilakukan pada bulan Desember 2025.
Namun, hal itu sangat bergantung pada akses Jalan Nasional Aceh Tenggara menuju Gayo Lues. Jalan tersebut harus bisa dilalui kendaraan berat seperti truck crane untuk mempercepat pemasangan tiang dan jaringan listrik baru.
Sementara itu, Camat Ketambe, Miftahul Khairi, SSTP, MAP mengungkapkan, bahwa pihak PLN saat ini sedang melakukan pemasangan tiang listrik di beberapa titik.
Setelah tiang berdiri, tahap berikutnya adalah penarikan kabel agar listrik bisa kembali mengalir ke rumah-rumah warga.
Ia menegaskan, bahwa proses ini membutuhkan waktu dan tenaga ekstra karena medan di Ketambe cukup sulit.
Baca juga: Listrik di Langsa Kembali Padam Sejak Magrib, Kota Gelap Gulita
Ditambah kondisi pasca banjir yang masih menyisakan lumpur serta kerusakan jalan.
| Pulihkan Akses Vital, TNI dan Warga Bersinergi Bangun Jembatan Gantung di Aceh Tenggara |
|
|---|
| Sekwil DPW PKB Aceh Ingatkan Kader PKB Jadi Jembatan Politik dan Aspirasi bagi Semua Kalangan |
|
|---|
| Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Syamsul Rijal Minta Alumni HMI Kembali ke Khittah |
|
|---|
| Haji Uma Serahkan Bantuan Mukena dan Sarung untuk Pesantren Terdampak Banjir di Aceh Tenggara |
|
|---|
| GeRAK Aceh Desak Polda Usut Pajak Tambang Galian C di Aceh Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Manager-PLN-ULP-Kutacane-Firwan-Moesnadi.jpg)