Senin, 18 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Jembatan Putus, Warga Rancong–Samuti Aman Andalkan Boat untuk Menyeberang

Sebuah boat di dekat jembatan rangka baja Rancong, Kutablang yang putus akibat banjir bandang, kini menjadi sarana utama untuk menyeberangkan

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/YUSMANDIN IDRIS
Rusli, Warga Samuti Aman, Gandapura ikut membantu penyeberangan di kawasan Kuala Ceurape atau kawasan Rancong. SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Sebuah boat di dekat jembatan rangka baja Rancong, Kutablang yang putus akibat banjir bandang, kini menjadi sarana utama untuk menyeberangkan warga serta sepeda motor ke Samuti Aman dan sebaliknya. 

Satu unit boat lainnya beroperasi di kawasan timur, tepatnya Desa Samuti Aman, Gandapura.

Puluhan warga setempat yang juga merupakan korban banjir bandang dua pekan lalu, turun tangan membantu proses penyeberangan. 

Banyak di antara mereka yang rumahnya hilang, rusak berat, atau rusak ringan akibat bencana tersebut.

Pada Senin (8/9/2025), Serambinews.com bersama dua rekan melintas dan menyeberang dari Kutablang menuju Gandapura. 

Baca juga: Warga Gampong Krueng Juli Timu Bireuen Antar Bantuan Ke Peudada

Setiba di lokasi, sejumlah warga langsung membantu menaikkan penumpang serta sepeda motor ke dalam boat.

Di sela menunggu keberangkatan, seorang warga lanjut usia bernama Sofyan, asal Samuti Aman, menceritakan bahwa rumahnya rusak dan dipenuhi lumpur akibat banjir. 

“Hampir semua yang membantu di sini adalah korban banjir. Ada yang rumahnya hilang, ada yang rusak berat,” ujarnya.

Sofyan mengatakan ia ikut membantu penyeberangan demi mendapatkan sedikit penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

Rumah yang ia tempati bersama istri dan lima anak rusak di bagian belakang dan masih dipenuhi lumpur. Banyak rumah warga lain di sekitarnya mengalami nasib serupa.

Dari arah seberang, warga Desa Cot Ara dan kawasan lainnya yang ikut membantu bahkan ada yang kehilangan rumah tanpa jejak. 

Pasca banjir bandang, beberapa warga berinisiatif menyewa boat untuk membantu proses penyeberangan—terutama bagi warga yang ingin menjenguk keluarga. Para relawan lokal pun membantu, meski mereka sendiri adalah korban bencana.

“Ada warga yang menyewa boat. Kita bantu agar bisa dapat sedikit uang untuk kebutuhan keluarga,” kata Sofyan.

Agar kerja lebih teratur, para relawan dibagi dalam kelompok berisi 8–10 orang. Totalnya lebih dari 30 orang terlibat setiap hari. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved