Minggu, 3 Mei 2026

Berita Aceh Tenggara

Jalan Agara–Galus belum Tembus, Dua Hari Alat Berat tak Bekerja Pasca Banjir Bandang

Dua pekan pasca banjir bandang, jalan nasional Agara–Galus masih lumpuh total dan hanya bisa dilalui motor atau pejalan kaki.

Tayang:
Penulis: Asnawi Luwi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Asnawi Luwi
KAYU GELONDONGAN - Kayu gelondongan berserakan di lokasi banjir bandang yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025, di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara (Agara). 

Ringkasan Berita:
  • Dua pekan pasca banjir bandang, jalan nasional Agara–Galus masih lumpuh total dan hanya bisa dilalui motor atau pejalan kaki. 
  • Tujuh alat berat dikerahkan, namun sebagian rusak dan berhenti bekerja karena ketiadaan BBM. 
  • Pengamat menilai lambannya perbaikan merugikan warga, mendesak pemerintah segera menambah alat berat agar akses bantuan pulih.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE – Dua pekan lebih pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, akses jalan nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara (Agara) dengan Kabupaten Gayo Lues (Galus), masih lumpuh total.

Bencana yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025, telah memutus jalur utama tersebut, sehingga hingga Selasa (9/12/2025), kendaraan roda empat belum bisa melintas.

Akibat terputusnya jalan, distribusi bantuan ke wilayah terdampak hanya bisa dilakukan dengan sepeda motor roda dua atau berjalan kaki.

Ruas jalan Simpur Jaya, Kecamatan Ketambe, menuju Rumah Bundar di perbatasan Gayo Lues belum tembus, sehingga kendaraan besar tidak dapat mengangkut logistik.

Kondisi ini membuat penyaluran sembako, obat-obatan, dan BBM ke masyarakat terdampak menjadi sangat lambat.

Informasi di lapangan menyebutkan, sekitar tujuh unit alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki kerusakan jalan nasional tersebut.

Baca juga: Jalan Agara-Galus Bertebaran Debu Pasca Banjir Bandang, Warga Minta Disiram

Namun, sebagian besar tidak berfungsi maksimal.

Ada yang rusak, ada pula yang berhenti bekerja karena ketiadaan pasokan BBM.

Akibatnya, pekerjaan perbaikan jalan alternatif menuju Agara–Gayo Lues berjalan sangat lamban.

Camat Ketambe, Miftahul Khairi, SSTP, MAP mengonfirmasi, bahwa hanya dua unit alat berat yang aktif bekerja dalam dua hari terakhir.

“Sebagian alat rusak, sebagian lagi tidak beroperasi karena alasan tidak ada BBM,” ujarnya.

Pengamat Kebijakan Publik Aceh, Dr Nasrul Zaman menilai, lambannya pekerjaan perbaikan jalan nasional ini sangat merugikan masyarakat.

Baca juga: Mualem Bongkar Keanehan Banjir Bandang Aceh: Air Hitam, Tak Kunjung Surut, Seperti Tsunami Kedua

Menurutnya, sudah 14 hari pasca bencana, seharusnya pemerintah mengerahkan lebih banyak alat berat untuk mempercepat pemulihan akses.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved