Pidie
Kerusakan DAS Tiro Ancam Permukiman Warga, Menteri Ekraf Lapor ke Menteri PUPR
Pernyataan itu disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat meninjau kerusakan DAS Tiro di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur..
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Menteri Ekraf RI Teuku Riefky Harsya meninjau kerusakan DAS Tiro di Pidie dan melaporkannya kepada Menteri PUPR karena aliran sungai telah bergeser hingga mengancam permukiman warga.
- BPBD Pidie mencatat dua DAS, yakni Tiro dan Krueng Baro, rusak parah akibat banjir besar 26 November 2025, yang merusak sawah, rumah warga, serta mengancam mata pencaharian.
- Penanganan diusulkan mencakup revetment tebing sungai sepanjang 70 km lebih, pemasangan jeti, dan pengerukan muara.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) RI, Teuku Riefky Harsya, melaporkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Indonesia (PUPR), terhadap kerusakan Dasar Aliran Sungai (DAS) Tiro dampak banjir.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, saat meninjau kerusakan DAS Tiro di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Selasa (9/12/2025).
Kunjungan Menteri Ekraf, didampingi Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, anggota DPRA, DPRK Pidie dan tokoh masyarakat.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengatakan, saat ini permukaan DAS Tiro di Gampong Tiba Mesjid telah bergeser menuju ke permukiman masyarakat. Karena, letak DAS Tiro dengan perkampungan warga hanya sepulum meter lagi.
"Untuk itu, kami mohon dukungan kepada Pak Menteri PUPR untuk membantu pembenahan DAS Tiro, yang kini aliran DAS telah menuju ke perkampungan warga," kata Menteri Ekraf dalam video berdurasi satu menit 25 detik di media sosial, Selasa (9/12/2025).
Dua DAS Rusak Parah
Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Muhammad Rabiul ST MT, yang ditanya Serambinews.com, Selasa (9/12/2025) mengungkapkan, dampak banjir besar di Kabupaten Pidie tanggal 26 Novembet 2025, telah mengakibatkan dua DAS rusak parah.
Adalah DAS Tiro dan Krueng Baro, yang saat ini mengancam penduduk yang tinggal bersisian dengan kedua DAS tersebut. Sebab, tingkat kerusakannya stadium tinggi.
Menurutnya, hasil survei investigation design (SID) untuk penanganan DAS harus dilakukan dua kegiatan. Yaitu, Revetment tebing sungai Krueng Baro sepanjang 32.000 meter dan Krueng Tiro sepanjang 38.000 meter. Selanjutnya, pemasangan jeti dan pengerukan muara sungai, yang saat ini telah tertimbun lumpur banjir.
Kata Rabiul, akibat kerusakan permukaan DAS Tiro dan DAS Krueng Baro, yang mengancam keselamatan dan kehilangan matapencaharian rutinitas masyarakat. Antara lain, areal persawahan rusak tergenang lumpur dan rusak akibat tertimbun lumpur, padi alami puso dan banyak rumah warga terancam ambruk.
Menurutnya, kejadian banjir besar pada tanggal 26 November 2025, menjadi bukti yang telah disaksikan dasyatnya banjir yang dikirim dari hulu sungai bersama kayu gelondonga. Hujan yang turun terus menerus menyebabkan debit air tinggi dan deras membawa kayu ke hilir sungai.
"Untuk itu, perlu dilaporkan ke Wilayah Sungai (WS) Strategi Nasional. Makanya, Pemerintah Pusat harus memprioritaskan penanganannya segera, dengan dilakukan secara komprehensif," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teuku-Riefky-Harsya-meninjau-kerusakan-DAS-Tiro.jpg)