Rabu, 20 Mei 2026

Berita Pidie

Dua Sungai Hancur Dihantam Banjir, Kalak BPBD Pidie: BWSS Harus Lapor ke Kementrian PUPR

Kerusakan dua DAS tersebut akan mengancam penduduk yang tinggal bersisian dengan kedua DAS tersebut.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
RUSAK : Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul, meninjau kerusakan DAS Tiro dengan berdiri di atas kayu bulat terbawa banjir di salah gampong di Kabupaten Pidie, Selasa (9/12/2025). FOR SERAMBINEWS.COM 

Ringkasan Berita:
  • Dampak banjir besar di Kabupaten Pidie tanggal 26 Novembet 2025, telah mengakibatkan dua DAS rusak parah
  • Kayu bulat besar dan kecil tersangkut di DAS Tiro menyebabkan air tidak bisa mengalir ke hilir. 
  • Kerusakan dua DAS tersebut akan mengancam penduduk yang tinggal bersisian dengan kedua DAS tersebut

 

Kerusakan dua DAS tersebut akan mengancam penduduk yang tinggal bersisian dengan kedua DAS tersebut.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pidie mencatat dua dasar aliran sungai atau DAS hancur dihantam banjir, Rabu (26/11/2025).

Banjir besar itu menghanyutkan kayu gelondongan dari hulu Sungai Krueng Tiro. 

Kayu bulat besar dan kecil tersangkut di DAS Tiro menyebabkan air tidak bisa mengalir ke hilir. 

Akibatnya DAS Tiro menumpahkan banjir lumpur ke pemukiman warga. 

Kalak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Muhammad Rabiul ST MT, yang ditanya Serambinews.com, Selasa (9/12/2025) mengungkapkan, 

"" Dampak banjir besar di Kabupaten Pidie tanggal 26 Novembet 2025, telah mengakibatkan dua DAS rusak parah, sungai hancur," kata Kepala Pelaksana atau Kalak BPBD Pidie, Muhammad Rabiul ST MT, kepada Serambinews.com, Rabu (10/12/2025). 

Ia menyebutkan, dua DAS yang rusak total adalah DAS Tiro dan Krueng Baro.

Kerusakan dua DAS tersebut akan mengancam penduduk yang tinggal bersisian dengan kedua DAS tersebut. Sebab, tingkat kerusakannya stadium tinggi.

Menurutnya, hasil survei investigation design (SID) untuk penanganan DAS harus dilakukan  dua kegiatan.

Yaitu, Revetment tebing sungai Krueng Baro sepanjang 32.000 meter dan Krueng Tiro sepanjang 38.000 meter.

Selanjutnya, pemasangan jeti dan pengerukan muara sungai, yang saat ini telah tertimbun lumpur banjir. 

Tak hanya itu, kata Rabiul, dampak kerusakan permukaan DAS Tiro dan DAS Krueng Baro, otomatis mengancam keselamatan dan kehilangan matapencaharian rutinitas masyarakat sebaga petani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved