Breaking News
Senin, 4 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Di Banda Aceh, LPG 12 Kg ada Yang Jual Rp 360 Ribu, dan 5,5 Kg Rp 220 Ribu

Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang  menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal turun langsung membantu operasi pasar LPG 3 kg yang diperuntukkan bagi masyarakat Kota Banda Aceh pasca bencana yang melanda wilayah ibu kota di Pasar Tani, Sabtu, (6/12/2025) 
Ringkasan Berita:
  • Meskipun kapal pembawa mobil Skid Tank LPG setiap hari datang silih berganti dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, namun belum semua warga bisa  mendapatkan gas.
  • Karena antrean untuk mendapatkan tabung LPG sangat ramai. Beberapa warga menyerah, sebelum mengantre. 
  • Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang  menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal. 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Meskipun kapal pembawa mobil Skid Tank LPG setiap hari datang silih berganti dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, namun belum semua warga bisa  mendapatkan gas.


Karena antrean untuk mendapatkan tabung LPG sangat ramai. Beberapa warga menyerah, sebelum mengantre. 


"Kami sudah 4 hari tidak ada gas, tidak memasak, tapi mau antri gas tidak sanggup. Orang sudah antre dari siap Subuh, kita datang telat gak akan kebagian lagi,"ujar Seorang Warga Banda Aceh, Siti Hajar.

Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang  menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal.

Tabung 5,5 kilogram dijual sekitar Rp 220 ribu dari harga normal Rp 94 ribu.

Sementara tabung 12 kilogram mencapai Rp 360 ribu, dari harga normal Rp 194 ribu.

Baca juga: Pemerintah Bakal Perketat Pembelian Elpiji 3 Kg, Atur Masyarakat yang Berhak Beli LPG Subsidi


Seorang pelaku usaha kuliner di Banda Aceh, Rika mengaku meskipun tabung LPG tersedia di agen, mereka tetap kesulitan mendapatkannya karena antrean sangat panjang. 


Untuk mendapatkan satu tabung LPG, mereka harus menunggu berjam-jam, namun belum tentu mendapatkannya jika antrean terlalu jauh di belakang.

Sedang jika membeli di luar agen resmi, harga sangat tinggi, bisa dua kali lipat dari biasanya.

Sehingga tidak masuk dalam hitung-hitungan usahanya.

Karena itu, ia beralih menggunakan kompor minyak tanah agar usaha kulinernya tetap berjalan.(*)

 

Baca juga: Kapolda Aceh Ceritakan Detik Masuk Tamiang: Pemerintahan Mati Seperti Tsunami, 85 Personel Hilang

Baca juga: Usai Zulfa Mustofa Ditetapkan Jadi Pj Ketum PBNU, Gus Yahya Rapat hingga Banser Siaga di Gedung PBNU

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved