Berita Banda Aceh
Di Banda Aceh, LPG 12 Kg ada Yang Jual Rp 360 Ribu, dan 5,5 Kg Rp 220 Ribu
Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Meskipun kapal pembawa mobil Skid Tank LPG setiap hari datang silih berganti dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, namun belum semua warga bisa mendapatkan gas.
- Karena antrean untuk mendapatkan tabung LPG sangat ramai. Beberapa warga menyerah, sebelum mengantre.
- Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Meskipun kapal pembawa mobil Skid Tank LPG setiap hari datang silih berganti dari Lhokseumawe ke Banda Aceh, namun belum semua warga bisa mendapatkan gas.
Karena antrean untuk mendapatkan tabung LPG sangat ramai. Beberapa warga menyerah, sebelum mengantre.
"Kami sudah 4 hari tidak ada gas, tidak memasak, tapi mau antri gas tidak sanggup. Orang sudah antre dari siap Subuh, kita datang telat gak akan kebagian lagi,"ujar Seorang Warga Banda Aceh, Siti Hajar.
Namun di jejaring online, seperti WhatsApp dan Instagram, ada pedagang menjual tabung LPG, namun dengan harga yang tidak masuk akal.
Tabung 5,5 kilogram dijual sekitar Rp 220 ribu dari harga normal Rp 94 ribu.
Sementara tabung 12 kilogram mencapai Rp 360 ribu, dari harga normal Rp 194 ribu.
Baca juga: Pemerintah Bakal Perketat Pembelian Elpiji 3 Kg, Atur Masyarakat yang Berhak Beli LPG Subsidi
Seorang pelaku usaha kuliner di Banda Aceh, Rika mengaku meskipun tabung LPG tersedia di agen, mereka tetap kesulitan mendapatkannya karena antrean sangat panjang.
Untuk mendapatkan satu tabung LPG, mereka harus menunggu berjam-jam, namun belum tentu mendapatkannya jika antrean terlalu jauh di belakang.
Sedang jika membeli di luar agen resmi, harga sangat tinggi, bisa dua kali lipat dari biasanya.
Sehingga tidak masuk dalam hitung-hitungan usahanya.
Karena itu, ia beralih menggunakan kompor minyak tanah agar usaha kulinernya tetap berjalan.(*)
Baca juga: Kapolda Aceh Ceritakan Detik Masuk Tamiang: Pemerintahan Mati Seperti Tsunami, 85 Personel Hilang
Baca juga: Usai Zulfa Mustofa Ditetapkan Jadi Pj Ketum PBNU, Gus Yahya Rapat hingga Banser Siaga di Gedung PBNU
| PMK Baru Pengembalian Pajak Terbit, DJP Klaim Permudah Layanan dan Perkuat Pengawasan |
|
|---|
| Berawal dari Keresahan Hoaks, Mahasiswa USK Ini Bawa Pulang Juara 2 Nasional UNICEF |
|
|---|
| Fenomena ‘Hotel Berjalan’ Kian Meresahkan, Satpol PP-WH Perketat Pengawasan |
|
|---|
| PKS Aceh Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Energi |
|
|---|
| USK Terima Mahasiswa Baru Hubungan Internasional via Jalur Mandiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Wali-Kota-Illiza-Saaduddin-Djamal-turun-langsung-membantu-operasi-pasar-LPG-3-kg.jpg)