Info Abdya
Buka Seminar Pemuda Dalam Lintas Sejarah, Plt Sekda Ajak Semua Refleksi Perjalanan 23 Tahun Abdya
Plt Sekda Abdya Amrizal dalam sambutannya mengatakan, berbicara tentang sejarah lahirnya Kabupaten Abdya, tentu berbicara tentang perjalanan panjang
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Plt Sekda Abdya Amrizal menegaskan pemuda adalah motor perjuangan pemekaran Kabupaten Abdya, yang resmi berdiri pada 10 April 2002
- Seminar melibatkan 400 peserta dan menghadirkan tokoh pemekaran serta narasumber dari Jakarta.
- Pemkab Abdya berkomitmen memberi ruang seluas-luasnya bagi pemuda melalui program kewirausahaan, pendidikan, literasi digital, dan pembinaan minat–bakat untuk menyiapkan generasi muda sebagai aktor utama pembangunan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pelaksana tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Aceh Barat Daya (Abdya) Amrizal resmi membuka Seminar Pemuda Lintas Sejarah dengan tema "Peran Pemuda Dalam Pemekaran Kabupaten Aceh Barat Daya".
Kegiatan yang dihadiri oleh para kepala SKPK, para tokoh pemekaran Abdya, para keuchik, dan unsur kepemudaan itu berlangsung di halaman Arena Motel, Blangpidie, Rabu (10/12/2025).
Plt Sekda Abdya Amrizal dalam sambutannya mengatakan, berbicara tentang sejarah lahirnya Kabupaten Abdya, tentu berbicara tentang perjalanan panjang, perjuangan, dan pengorbanan banyak pihak.
Ia menyebutkan, Kabupaten Abdya, yang mekar dari Aceh Selatan resmi berdiri pada 10 April 2002 berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2002.
Namun jauh sebelum itu, ada semangat luar biasa dari masyarakat, tokoh-tokoh daerah, dan terutama para pemuda yang tidak pernah lelah memperjuangkan agar wilayah ini berdiri sebagai kabupaten yang mandiri, maju, dan bermartabat.
"Para pemuda pada masa itu menjadi motor gerakan, jembatan komunikasi, sekaligus penjaga semangat kebersamaan yang kemudian melahirkan Abdya sebagai daerah otonom," kata Amrizal.
Baca juga: KNPI Abdya Dorong Pemprov Lakukan Pendataan Terbuka Kebutuhan Posko Banjir Aceh
Dengan segala keterbatasan, sebut Amrizal, mereka hadir dengan gagasan, tenaga, dan keberanian untuk memperjuangkan masa depan daerah ini.
"Karena itu, ketika kita hari ini berbicara mengenai peran pemuda, sebenarnya kita sedang kembali kepada akar perjuangan berdirinya kabupaten ini," ungkapnya.
Menurutnya, sejarah Abdya tidak dapat dilepaskan dari kontribusi pemuda, dan hari ini tanggung jawab itu kembali berada di pundak generasi muda.
"Hari ini kita hidup dalam era yang penuh tantangan sekaligus peluang.
Pemuda Abdya harus mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi penonton perkembangan zaman, tetapi menjadi pemain utama yang menggerakkan perubahan," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Abdya, kata Amrizal, terus berkomitmen memberikan ruang kepada pemuda, baik melalui kebijakan, program kewirausahaan, pendidikan, integrasi literasi digital, maupun upaya membuka akses seluas-luasnya untuk pengembangan minat dan bakat.
Baca juga: VIDEO - Dalam 30 Hari, DPR Desak Menhut Ungkap Otak Illegal Logging Pemicu Banjir Aceh–Sumatera
"Kita ingin pemuda Abdya tidak kehilangan panggungnya dalam pembangunan daerah.
Kami ingin menegaskan bahwa masa depan Abdya ada di ruang-ruang seperti ini, ruang diskusi, kajian, dan gagasan," tuturnya.
| DPMP4 Abdya Tingkatkan Kapasitas SDM Puspaga, Perkuat Layanan Perlindungan Keluarga dan Anak |
|
|---|
| Perkuat Percepatan Penurunan Stunting, DPMP4 Gelar Rakor TPPS Semester II |
|
|---|
| Galang Bantuan untuk Korban Banjir, Bupati Safaruddin Tak Lupa Kunjungi Korban Kebakaran di Abdya |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Mulai Kumpulkan Donasi untuk Korban Banjir di Sejumlah Wilayah Aceh |
|
|---|
| Dinsos Abdya Salurkan 200 Paket Bahan Pokok untuk Abang Becak dan Nelayan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/amrizal-10122025.jpg)