Rabu, 22 April 2026

Berita Aceh Timur

Aceh Timur Kembali Gelap, Listrik Padam dan Sinyal Hilang

Pemadaman listrik ini memaksa ribuan warga Aceh Timur menjalani hari dan malam mereka dalam segala keterbatasan yang ekstrem

Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Subur Dani
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Lilin dinyalakan saat lampu padam, di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (11/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Sejak Selasa malam, Kabupaten Aceh Timur kembali dalam kondisi gelap. Pemadaman listrik yang dilakukan Pembangkit Listrik Negara (PLN), melumpuhkan aktivitas warga
  • Selain listrik yang padam, masyarakat Aceh Timur juga terputus dari akses telekomunikasi dan internet
  • Untuk mendapatkan listrik, masyarakat banyak numpang di warung kopi yang menyediakan genset serta kios-kios yang menyediakan genset untuk penyaluran listrik

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Sejak Selasa malam, Kabupaten Aceh Timur kembali dalam kondisi gelap. Pemadaman listrik yang dilakukan Pembangkit Listrik Negara (PLN), melumpuhkan aktivitas warga.

Dan yang lebih parah, masyarakat Aceh Timur juga terputus dari akses telekomunikasi dan internet.

Baca juga: VIDEO - Pasca Banjir, Warga Aceh Timur Ramai Jual Emas Demi Bertahan Hidup

"Kami benar-benar, seperti kembali ke zaman dulu, jaringan tidak ada, tidak bisa kerja tidak bisa ngapa-ngapain, saat malam hari gelap dan warga susah melakukan aktivitas," ujar Jefri warga Idi Rayeuk, pada Kamis (11/12/2025).

Pemadaman listrik ini memaksa ribuan warga Aceh Timur menjalani hari dan malam mereka dalam segala keterbatasan yang ekstrem.

Anak-anak kesulitan belajar, pedagang rugi, dan pekerja yang bergantung pada sinyal internet juga tak bisa melakukan apapun.

Baca juga: Ratusan Sekolah SD dan SMP Rusak Akibat Banjir Bandang Aceh Timur

Dampak parah dari pemadaman ini yaitu hilangnya jaringan telekomunikasi yang tidak berfungsi kerena pasokan listrik terhenti membuat masyarakat terisolir dari informasi luar.

Lumpuhnya sinyal dan listrik secara bersamaan membuat banyak aktivitas masyarakat banyak berhenti.

Apalagi transaksi digital mustahil dilakukan, informasi terbaru sulit diakses dan rasa cemas kian menyelimuti karena mereka tak bisa terhubung satus sama lain.

"Susahnya kita kalau sinyal tidak ada, mau kabarin orang tua, sanak saudara di luar Aceh Timur enggak bisa, karena memang sinyal hilang, jangankan internet telfon pun enggak bisa," paparnya.

Baca juga: ASAR Humanity Terobos Gampong di Aceh Timur, Salurkan Bantuan Pakai 10 Double Cabin

Lumpuhnya listrik ini dan komunikasi menimbulkan kekhawatiran besar, terutama jika terjadi kondisi darurat kesehatan atau bencana susulan seperti banjir atau longsor  membuat pertolongan untuk masyarakat terhambat.

Perjuangan Mencari Sinyal dan Listrik

Untuk mendapatkan listrik, masyarakat banyak numpang di warung kopi (warkop) yang menyediakan genset serta kios-kios yang menyediakan genset untuk penyaluran listrik.

Sementara untuk mendapatkan sinyal banyak masyarakat mengganti kartu seluler dari Telkomsel ke kartu tri.

Karena Tri sedikit bisa mendapatkan jaringan internet meskipun lelet. Sebagian masyarakat lainnya menumpang di salah satu kios yang menggunakan starling di Idi Rayeuk.

Baca juga: 13 Hari PascaBanjir, Wabup Gayo Lues Sidak Stok Logistik: Jangan Tahan Bantuan, Ini Hak Para Korban!

Hinngga saat ini belum ada keterangan resmi yang memuaskan dari pihak masyarakat, mengenai penyebab pasti dan estimasi waktu pemulihan pemadam listrik yang berkepanjangan.

Masyarakat aceh Timur hanya berharap agar kegelapan dan terisolir informasi segera.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved