Banjir Landa Aceh
BREAKING NEWS - Korban Meninggal Banjir Aceh Utara Capai 154 Orang, 10 Hilang
“Lebih dari 395 ribu jiwa tercatat terdampak langsung, dengan ratusan ribu lainnya harus mengungsi,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM...
Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Kamis (11/12/2025), banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara menimbulkan dampak kemanusiaan dan kerusakan infrastruktur dalam skala luas.
- 154 orang meninggal, 921 orang luka-luka, 10 orang masih hilang dalam pencarian tim gabungan.
- Lebih dari 395 ribu jiwa terdampak langsung, ratusan ribu lainnya harus mengungsi.
- Kelompok rentan: 1.059 ibu hamil, 6.812 balita, 4.411 lansia, dan 265 penyandang disabilitas.
- Membutuhkan penanganan medis dan psikososial intensif di titik pengungsian.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Bencana banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara menyebabkan hingga kini, Kamis (11/12/2025) sudah 154 korban meninggal dan 10 orang lagi masih dalam proses pencarian tim.
Selain berdampak pada kemanusiaan dan banjir pada akhir November sampai awal Desember 2025 juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala luas.
“Lebih dari 395 ribu jiwa tercatat terdampak langsung, dengan ratusan ribu lainnya harus mengungsi,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM, dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (11/12/2025).
Disebutkan, data korban jiwa menunjukkan tingginya risiko yang dihadapi masyarakat selama bencana berlangsung, hingga 10 Desember 2025 malam, sudah 154 orang meninggal dunia.
Sementara 10 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Kemudian 921 orang mengalami luka-luka.
“Ada kelompok rentan juga terdampak dalam jumlah signifikan, yaitu 1.059 ibu hamil, 6.812 balita, 4.411 lansia, dan 265 penyandang disabilitas,” ujar Ayahwa.
Kondisi ini lanjut Ayahwa menuntut penanganan medis dan psikososial yang lebih intensif di berbagai titik pengungsian.
Selain menelan korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah penduduk.
Sampai kini jumlah terdata sebanyak 45.040 rumah terendam, lalu 16.793 unit rumah mengalami kerusakan berat, 6.134 rusak sedang, dan 15.126 rusak ringan.
“Kerusakan ini memperlihatkan besarnya dampak fisik yang harus ditangani pemerintah dalam proses pemulihan pascabencana,” ungkapnya.
Baca juga: Salurkan Bantuan Ke Beutong Ateuh, Haji Uma: Ini Salah Satu Wilayah Terparah Diterjang Banjir
Tak hanya permukiman, banjir juga merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.
Tercatat 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak berada di bawah genangan air, menimbulkan ancaman gagal panen dan hilangnya pendapatan petani serta petambak.
Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur dan fasilitas publik, termasuk ratusan ruas jalan, puluhan titik irigasi, tanggul sungai, dan jembatan yang mengalami kerusakan sedang hingga berat. (*)
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Bupati-Aceh-Utara-Ismail-yang-akrab-disapa-Ayahwa-mengunjungi-pedalaman-Aceh-Utara.jpg)