Banjir Landa Aceh
Update Korban Banjir Aceh: 419 Orang Meninggal, 32 Jiwa Masih Hilang
“Laporan pemantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh hingga Sabtu (13/12/2025) pukul 19.00 WIB...
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di Aceh terus bertambah hingga Sabtu (13/12/2025) tercatat 419 orang meninggal dunia & 32 orang masih hilang.
- Bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 18 kabupaten/kota, 225 kecamatan, dan 3.678 gampong.
- Warga terdampak: 514.383 KK atau 1.975.012 jiwa, korban luka: 3.845 orang luka ringan dan 479 luka berat, pengungsi: 2.186 titik pengungsian dengan total 130.968 KK/ 484.944 jiwa.
- Tim gabungan melakukan evakuasi & pencarian korban hilang.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sebagian besar kabupaten/kota di Aceh terus bertambah.
Hingga Sabtu (13/12/2025) pukul 19.00 WIB, Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh melaporkan terdapat 419 orang ditemukan meninggal dunia dan 32 lainnya masih dinyatakan hilang.
“Laporan pemantauan data Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Pemerintah Aceh hingga Sabtu (13/12/2025) pukul 19.00 WIB, korban meninggal dunia mencapai 419 orang dan hilang 32 orang,” kata Juru Bicara Posko, Murthalamuddin.
Murthalamuddin juga menyampaikan, bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem tersebut telah berdampak luas pada 18 kabupaten/kota di tanah rencong, mencakup 225 kecamatan dan 3.678 gampong.
Hingga kini, tim gabungan masih melakukan evakuasi, distribusi bantuan, serta pencarian korban hilang di lapangan.
Murthalamuddin juga menyampaikan, bahwa sampai saat ini jumlah warga terdampak terdata 514.383 kepala keluarga (KK) atau 1.975.012 jiwa.
Selain korban meninggal dan hilang, terdapat 3.845 orang mengalami luka ringan dan 479 lainnya luka berat.
Sementara itu, lanjut dia, jumlah pengungsi saat ini tercatat ada 2.186 titik pengungsian dengan total 130.968 kepala keluarga atau 484.944 jiwa yang harus meninggalkan rumah mereka.
Di sisi lain, banjir bandang tersebut juga merusak ratusan fasilitas umum, di antaranya 258 unit perkantoran, 207 unit tempat ibadah, 305 unit sekolah, 206 rumah sakit dan puskesmas, dan 206 unit pondok pesantren.
“Kemudian kerusakan jalan 461 titik dan jembatan 332 unit. Kerusakan rumah 164.906 unit, ternak 186.868 ekor, sawah: 89.286 hektare, kebun 14.725 hektare, tambak 40.328 hektare,” pungkasnya.(*)
Baca juga: Kendaraan Rusak di Pidie Jaya 5.959 Unit Akibat Terkubur Lumpur Banjir, Hewan Ternak Mati 9.200 Ekor
| Rp 380 M untuk Rehabilitasi Sawah, Pemerintah Aceh Percepat Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mengevakuasi-mayat-salah-seorang-warga-yang-ditemukan-meninggal-dunia-dalam-musibah-banjir.jpg)