Berita Abdya
Atasi Kelangkaan LPG, Pemkab Abdya Hubungi Langsung Pertamina, Ini Solusinya
Mengatasi persoalan itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Zedi Saputra menghubungi langsung pihak piha
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Banjir dan longsor menyebabkan kelangkaan LPG 3 kg di Abdya akibat berkurangnya pasokan dari SPBE Meulaboh karena kendala transportasi pascabencana.
- Pertamina menyiapkan solusi pengiriman lewat jalur laut dan pasokan dari Pakpak Bharat, Sumut, serta menolak usulan kenaikan HET dengan menanggung tambahan biaya transportasi.
- Pemkab Abdya meminta masyarakat bersabar karena pasokan gas dari Pakpak Bharat sudah dalam perjalanan, meski pangkalan mengakui distribusi masih tersendat.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh membuat pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berkurang atau mengalami kelangkaan.
Mengatasi persoalan itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Zedi Saputra menghubungi langsung pihak pihak Pertamina.
Ia menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 kilogram ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan gas dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Meulaboh, Aceh Barat.
Zedi sudah berkomunikasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui penyebab berkurangnya pasokan gas tersebut.
“Pihak Pertamina membenarkan bahwa adanya kekurangan pasokan gas di Meulaboh, Aceh Barat,” kata Zedi ketika, Minggu (14/12/2025).
Menurut pihak Pertamina, kata Zedi, kekurangan pasokan gas ini disebabkan oleh kendala transportasi dari Aceh Utara ke Meulaboh.
Baca juga: Pangdam IM Tinjau Langsung Pengerjaan Jembatan Teupin Mane
“Mereka sekarang kekurangan armada mobil tangki, setelah bencana banjir. Sebagai solusinya, mereka mengupayakan pengiriman lewat jalur laut,” jelasnya.
Selain itu, sebut Zedi, kabar gembira lainnya adalah, Abdya juga sudah dibolehkan untuk mendatangkan gas dari Pakpak Bharat, Sumatera Utara (Sumut).
"Namun, dalam beberapa hari ini mereka tengah mensimulasikan alur dan biaya transportasi ke Abdya," ucapnya
Ia juga sudah memanggil dan berkomunikasi dengan tiga agen elpiji di Abdya.
Hasilnya, kata Zedi, pihak agen menyarankan untuk mendatangkan gas elpiji dari Medan, tapi dengan syarat Harga Eceran Tertinggi (HET) dinaikkan dari Rp22.500 menjadi Rp30.500.
“Drafnya sudah disiapkan, tapi tentu kita harus mempertimbangkan banyak hal. Terutama soal kewajaran menaikkan harga di tengah kondisi bencana saat ini,” ujarnya.
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Surya Bantuan Pertamina Terangi Posko Pengungsian di Aceh Tamiang
Hasil diskusi terakhir per hari ini, kata Zedi, pihak Pertamina menyarankan agar Pemkab Abdya mengabaikan usulan menaikkan HET.
“Alhamdulillah, pihak Pertamina yang menyubsidi agen terkait penambahan biaya transportasi tersebut,” terang Zedi.
| Serahkan SK kepada PNS Formasi 2024, Wabup Abdya Ingatkan Satu Hal |
|
|---|
| 10 Pasien Komplain RS Teungku Peukan Karena Tak Mendapat Layanan JKA |
|
|---|
| Asyik Ngopi di Warkop Saat Jam Kerja, ASN di Abdya Terjaring Razia Satpol PP |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Dorong Optimalisasi Pendapatan Daerah |
|
|---|
| Pemerintah Abdya Percepat Penyaluran DD dan ADG 2026, Gampong Diminta Lengkapi Persyaratan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/gas-elpiji-14122025.jpg)