Jumat, 10 April 2026

Berita Aceh Utara

Beredar Video Bendungan Keureuto di Aceh Utara Longsor, Kasatker: Tidak Membahayakan

pihaknya akan menjadi yang pertama melaporkan apabila kondisi bendungan berada dalam status berbahaya.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com
Muspika Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara bersama konsultan dan rekanan memberikan penjelasan kondisi Bendungan Keureuto setelah beredar video adanya longsor pada bendungan tersebut. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Bendungan Sumatera I, Fardianti, menegaskan bahwa informasi yang beredar melalui video di media sosial terkait kondisi Bendungan Keureuto yang disebut-sebut membahayakan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara tidak benar.

Klarifikasi tersebut disampaikan Fardianti menyusul beredarnya video yang menampilkan tanggul tanah yang ditimbun dengan goni berisi pasir dan dikaitkan dengan kondisi Bendungan Keureuto pada Minggu (14/12/2025).  

Menurutnya, informasi tersebut keliru dan dapat menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

“Apa yang disampaikan dalam video tersebut tidak benar sama sekali. Memang benar air Waduk Keureuto sempat naik signifikan saat terjadi banjir, namun kondisinya masih terkendali dan tidak membahayakan,” ujar Fardianti dalam keterangannya, kepada Serambinews.com.

Baca juga: Beredar Video Kondisi PSN Bendungan Keureuto di Aceh Utara Longsor, Warga Resah

Ia menegaskan, pihaknya akan menjadi yang pertama melaporkan apabila kondisi bendungan berada dalam status berbahaya.

“Kalau membahayakan, kami yang pertama akan segera melaporkan. Namun hingga saat ini, kondisi Bendungan Keuruto dalam keadaan aman dan terkendali,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi dan memastikan keamanan pascabanjir, Fardianti menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta tim Balai Teknik Bendungan untuk melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi Bendungan Keureuto.

“Kami sudah meminta tim dari Balai Teknik Bendungan untuk melihat dan mengevaluasi kondisi bendungan setelah terjadinya banjir,” jelasnya.

Baca juga: Jangka Bireuen Porak-poranda, 46 Rumah Hilang, 2.682 Rusak, Fasilitas Umum dan Boat Nelayan Hancur

Terkait tanggul tanah yang terlihat ditimbun menggunakan goni pasir sebagaimana ditampilkan dalam video yang beredar, Fardianti menegaskan bahwa hal tersebut tidak berkaitan dengan struktur bendungan.

“Tanggul tanah yang ditimbun dengan goni pasir itu tidak ada hubungannya dengan bendungan. Penimbunan tersebut dilakukan untuk menghindari longsoran pada badan jalan di sekitar area bendungan,” katanya.

Imbau masyarakat tetap tenang

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Fardianti juga meminta masyarakat untuk mengakses informasi resmi dari instansi berwenang agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah situasi pascabanjir.

Selain itu, Muspika Paya Bakong juga turun ke Bendungan Keureuto untuk memastikan mengecek kebenaran informasi dan untuk membuat video penjelasan bersama dengan pihak rekanan dan konsultan. (*)

Baca juga: Kerusakan Tanggul Krueng Pase di Aceh Utara Capai 17 Titik, Keureuto 6 Titik, Ancaman Bagi Warga

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved