Minggu, 19 April 2026

Banjir Landa Aceh

Soal Penanganan Banjir, Ampon Man: Negara Seperti Ada dan Tiada untuk Aceh

Penanganan bencana banjir dan tanah longsor  yang melanda Aceh sejak akhir November lalu menuai kritik keras....

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Eddy Fitriadi
Serambinews.com/Rianza Alfandi
PENANGANAN BANJIR ACEH – Jubir Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman alias Ampon Man, mengkritisi remehnya  penanganan bencana di Aceh oleh Pemerintah Pusat, Minggu (14/12/2025). 

Selain itu, ia juga menilai tidak tampak pengerahan komponen cadangan negara secara masif untuk pencarian dan penyelamatan korban, baik di darat, sungai, laut, maupun kemungkinan korban yang tertimbun lumpur.

Sementara itu, PT PLN dinilai hanya melakukan perbaikan jaringan listrik dengan mekanisme normal pascabencana, yang tentu memerlukan waktu lama. Hal ini terjadi meski disebutkan telah dikerahkan puluhan ribu teknisi dari seluruh Indonesia.

“Namun tidak terlihat Emergency Respon seperti adanya pengadaan generator listrik untuk kota-kota terdampak bencana sebagai alat aktivitas dan jalur komunikasi vital untuk seluruh Aceh,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Ampon Man juga menyoroti distribusi BBM dan elpiji oleh Pertamina yang baru mulai lancar pada hari ke-10 pascabencana, setelah sebelumnya terkendala persoalan kuota.

“Yang patut diberi apresiasi hanya Badan Pangan Nasional dan Bulog yang memiliki stok pangan yang cukup. Untuk berapa saja keperluan bagi korban dan dapat diambil kapan saja oleh posko kebencanaan yang ada. Malah akan ditambah lagi ribuan ton beras sesuai permintaan Pemerintah Aceh,” katanya. 

Lebih jauh Ampon Man menegaskan, bahwa perlakuan pemerintah pusat yang acuh tak acuh ini sama halnya meremehkan penyelematan korban bencana Aceh.

Baca juga: Status Bencana Dipertanyakan, Akademisi Unimal: Negara Jangan Hanya Bilang Parah, Segera Putuskan

Menurutnya, Aceh memang telah terlahir dan ditakdirkan selalu dalam episode perjuangan, baik berjuang dalam konflik antarmanusia (konflik politik atau senjata) maupun perjuangan dalam menghadapi bencana alam secara mandiri.

“Bencana tsunami telah memberi Aceh perdamaian untuk konflik selama hampir 30 tahun. Dalam bencana Hidrometeorologi ini Allah SWT mungkin punya rencana lain untuk rakyat Aceh. Allah SWT adalah perencana terbaik,” tegasnya. 

“Untuk itu, Aceh harus bisa dan berani berjuang dalam bencana dengan berdiri di atas kaki sendiri, dengan semua kekuatan serta kemampuan yang ada dalam masyakarat Aceh karena ‘Kita Aceh Meutaloe Wareeh’,” pungkasnya.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved