Serambinews.com/Rianza Alfandi
KORBAN BANJIR – Zulham, warga Dusun Bahagia, Desa Dalam, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, hingga kini masih dihantui banjir bandang yang meluluh lantak rumahnya. Foto direkam Rabu (10/12/2025).
Aceh Tamiang bukan wilayah asing bagi banjir. Warga sudah mengalami luapan-luapan besar pada tahun 1996 dan 2006. Namun musibah di penghujung tahun 2025, bagi Zulham, adalah yang paling menghancurkan. Bukan hanya air yang datang bergulung, tetapi juga potensi kehancuran yang jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan.
Kini, Zulham dan warga Aceh Tamiang lainnya hanya bisa berharap kesempatan untuk membangun hidup kembali. Mereka tidak meminta ganti rugi untuk setiap lembar baju yang hanyut, setiap perabot yang musnah, atau setiap detik ketakutan yang mereka alami. Yang mereka butuhkan hanyalah keberpihakan dan kehadiran negara sebagai ruang untuk berdiri kembali. “Kalau kepada pemerintah, kita minta kalau bisa bantuan rumah. Tempat tinggal paling penting, bantuan sembako bisa lancar, modal usaha satu lagi,” ungkap Zulham.(ra)