Jumat, 8 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Korban Banjir di Lhokseumawe, 4 Meninggal dan 4 Luka-luka, Sejumlah Fasilitas Umum Ikut Terdampak

"Bencana banjir berdampak terhadap 100.519 jiwa atau 26.122 kepala keluarga, dengan 19.577 jiwa (4.063 KK) tercatat mengungsi. Bencana ini juga...

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Wali Kota Lhokseumawe Dt Sayuti memaparkan dampak banjir dalam rapat koordinasi di Aula Makorim 011 Lilawangsa. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Kota Lhokseumawe berdampak pada 100.519 jiwa (26.122 KK), dengan 19.577 jiwa (4.063 KK) mengungsi.
  • Bencana ini mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 4 orang luka ringan.
  • Permukiman terdampak: 1.128 rumah (15 hilang, 290 rusak berat, 823 rusak ringan).
  • Wali Kota menekankan perlunya koordinasi lintas sektor dan kesiapan sarana darurat.
  • Bencana hidrometeorologi ini menimbulkan kerugian besar di berbagai sektor, sehingga diperlukan koordinasi terpadu.
 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Berdasarkan data laporan Pusdalops PB BPBD Kota Lhokseumawe, bencana banjir yang terjadi beberapa waktu lalu berdampak terhadap 100.519 jiwa atau 26.122 kepala keluarga, dengan 19.577 jiwa (4.063 KK) tercatat mengungsi. 

Bencana ini juga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia serta 4 orang mengalami luka ringan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti Abubakar dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Banjir dan Longsor yang berlangsung di Aula Yudha Korem 011/Lilawangsa, Senin (15/12/2025). 

Dimana rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BNPB Pusat, Letjen TNI Suharyanto, dihadiri Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI (Purn) Irham Waroihan, S.Sos., serta Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf. Ali Imran

Rapat koordinasi ini merupakan bagian dari upaya penguatan koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi di wilayah Korem 011/Lilawangsa.

Dalam rapat tersebut, Wali Kota Lhokseumawe Dr Sayuti menyampaikan paparan resmi dan komprehensif mengenai dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Lhokseumawe sepanjang November 2025. 

"Bencana banjir berdampak terhadap 100.519 jiwa atau 26.122 kepala keluarga, dengan 19.577 jiwa (4.063 KK) tercatat mengungsi. Bencana ini juga mengakibatkan 4 orang meninggal dunia serta 4 orang mengalami luka ringan," katanya.

Sayuti juga memaparkan bahwa dampak bencana turut mengenai fasilitas pelayanan publik dan sarana sosial kemasyarakatan. 

Tercatat 56 fasilitas kesehatan, 53 sekolah, dan 28 kantor pemerintahan terdampak. 

Selain itu, 5 masjid serta 13 dayah atau balai pengajian juga mengalami dampak akibat genangan dan luapan air, yang berimplikasi langsung terhadap aktivitas pelayanan dasar, pendidikan, dan keagamaan masyarakat.

Pada sektor perekonomian dan sumber daya alam, Sayuti menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi menyebabkan 1.054,73 hektare lahan sawah terdampak, 52,67 hektare lahan kebun, serta 304,47 hektare lahan tambak. 

Sementara pada sektor peternakan, tercatat 112 ekor ternak terdampak, terdiri dari 15 ekor sapi, 25 ekor kambing atau domba, serta 72 ekor ayam dan itik, yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat.

Baca juga: Dua Lembaga PBB Respons Surat Gubernur Aceh, Dukungan Sedang Dikaji  

Lebih lanjut, dalam paparannya Wali Kota Lhokseumawe menguraikan kerusakan infrastruktur yang ditimbulkan akibat bencana.

Data menunjukkan 16 jembatan terdampak, 33 ruas jalan kabupaten/kota, 73 ruas jalan lingkungan, serta 20 ruas drainase mengalami kerusakan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved