Perikanan
Petambak Bireuen Berharap Dukungan Pemerintah Bantu Normalisasi Tambak
Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak parah, area tambak terhampar luas tanpa sekat, dan dipenuhi lumpur.
- Senada, Murhaban, warga Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perbaikan tambak di desanya.
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Hingga kini, kerusakan tambak akibat banjir bandang yang melanda Bireuen pada akhir November lalu belum tertangani.
Sebagian petambak berupaya bangkit secara mandiri, namun terkendala keterbatasan modal dan sarana.
Hal tersebut disampaikan sejumlah petambak di Desa Pante Paku, Alue Kuta, serta beberapa desa lain di Kecamatan Jangka, Bireuen, kepada Serambinews.com, Minggu (7/6/2026).
Pantauan Serambinews.com di Pante Paku, Kecamatan Jangka, menunjukkan hamparan tambak rusak masih terlihat jelas.
Pematang tambak banyak yang hilang, sementara sebagian petambak tampak hanya berkeliling area tambak yang belum bisa difungsikan kembali.
Baca juga: Tambak Udang Masih Berlumpur, Warga Jangka-Bireuen Hilang Mata Pencaharian
Azhari, warga Desa Alue Kuta yang didampingi Maimun, mengatakan tambak mereka masih terbengkalai akibat diterjang banjir. Pematang tambak udang rusak parah, area tambak terhampar luas tanpa sekat, dan dipenuhi lumpur.
Senada, Murhaban, warga Desa Pante Paku, Kecamatan Jangka, menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perbaikan tambak di desanya.
Meski ada beberapa petambak bermodal terbatas yang mencoba melakukan perbaikan, belum satu pun tambak yang kembali beroperasi.
“Hampir semuanya masih terlantar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Kelautan, dan Perikanan Bireuen, Ir. M. Jafar, MM, mengatakan kerusakan tambak tersebut telah lama dilaporkan kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Bahkan, sejumlah menteri disebut telah meninjau langsung kondisi tambak di Kabupaten Bireuen.
“Dampak banjir bandang terhadap sektor perikanan sangat berat. Usaha tambak hancur dengan total luas kerusakan mencapai 4.943 hektare. Infrastruktur pendukung juga ikut rusak,” kata Jafar kepada Serambinews.com, Senin (8/6/2026).
Ia menjelaskan, penanganan dan rehabilitasi tambak yang terdampak banjir masih menunggu kebijakan serta skema bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan satuan tugas di Banda Aceh untuk membantu pemulihan sektor perikanan yang terpuruk akibat banjir.
| Pemkab Abdya Keruk Kolam Labuh dan Muara Lhok Pawoh untuk Lintasan Boat Nelayan |
|
|---|
| Mulut Muara Ujung Serangga Susoh Abdya Tersumbat Sedimen Pasir, Perahu Nelayan tidak Bisa Berlabuh |
|
|---|
| PSDKP Lampulo Amankan Dua Kapal Nelayan, Diduga Hendak Mengebom Ikan di Pulo Aceh |
|
|---|
| Hasil Tangkapan Nelayan Aceh Singkil Turun, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Program Pengembangan Petambak di Aceh Diluncurkan, Ini Harapan Wamen Kominfo dan Pj Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/tambak-99okl.jpg)