Aceh Barat
Aceh Barat Perketat Pengawasan BBM dan LPG Pasca Bencana Hidrometeorologi
Pasca darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Pasca bencana hidrometeorologi, Pemkab Aceh Barat melakukan pengawasan terpadu distribusi BBM dan LPG menyusul meningkatnya pembelian dan antrean di SPBU serta pangkalan gas.
- Pengawasan melibatkan lintas instansi dan TNI–Polri untuk memastikan pasokan stabil, mencegah penimbunan, serta distribusi tepat sasaran.
- Pemkab mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak membeli berlebihan, dan tidak mudah percaya isu yang belum terverifikasi.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, ACEH BARAT – Pasca darurat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, aktivitas pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Kabupaten Aceh Barat mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut memicu beredarnya berbagai informasi yang menimbulkan keresahan masyarakat, terutama terkait ketersediaan pasokan serta antrean panjang di sejumlah SPBU dan pangkalan LPG.
Menindaklanjuti situasi itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melakukan pengawasan terpadu pada Selasa (16/12/2025), di salah satu pangkalan LPG di Gampong Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo. Kegiatan ini melibatkan sejumlah instansi terkait, antara lain Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop), DPMPTSP, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan WH, Diskominsa, serta unsur TNI dan Polri.
Tim gabungan yang dipimpin oleh Dinas Perhubungan Aceh Barat tersebut melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pangkalan LPG dan SPBU. Pengawasan ini bertujuan untuk melakukan penertiban sekaligus memastikan distribusi BBM dan LPG berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Barat, Dodi Bima Saputra, mengatakan pengawasan dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait dugaan penjualan LPG yang tidak tepat sasaran serta antrean panjang saat pembelian BBM di beberapa SPBU.
“Langkah ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas pasokan, mencegah penimbunan, serta memastikan masyarakat mendapatkan haknya secara adil,” ujar Dodi, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Kebakaran Cafe Fourgee di Batu Putih Aceh Barat, Kerugian Capai Rp 1 Miliar
Sementara itu, salah seorang warga yang ditemui saat mengantre pembelian LPG di Gampong Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, mengaku pelayanan di pangkalan LPG yang didatanginya masih berjalan sesuai aturan.
“Alhamdulillah kami masih mendapatkan gas. Informasi yang beredar katanya di sini ada penjualan LPG ke luar desa, tapi itu tidak benar. Kami bisa membeli di sini sesuai ketentuan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum tentu benar. Pemkab juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjamin ketersediaan BBM dan LPG bagi seluruh masyarakat di Aceh Barat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mengawasi-pendistribusian-LPG-di-Gampong-Ujong-Tanjong-Meureubo.jpg)