Banjir Landa Aceh
Mustafa Glanggang Terharu saat Kunjungi Desa Terisolir Krueng Beukah di Peusangan Selatan Bireuen
Mustafa yang juga mantan anggota DPR Aceh terlihat terharu dan sempat meneteskan air mata saat menyaksikan penderitaan warga.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Mantan Bupati Bireuen, Drs. Mustafa A. Glanggang, bersama tim relawan, Senin (15/12/2025), mengunjungi Desa Krueng Beukah, Peusangan Selatan, Bireuen, untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.
- Desa ini termasuk salah satu desa terisolir akibat jembatan Ulee Jalan putus diterjang banjir.
- Setibanya di lokasi, Mustafa menyaksikan kondisi desa yang memprihatinkan.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Mantan Bupati Bireuen, Drs. Mustafa A. Glanggang, bersama tim relawan, Senin (15/12/2025), mengunjungi Desa Krueng Beukah, Peusangan Selatan, Bireuen, untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir dan longsor.
Desa ini termasuk salah satu desa terisolir akibat jembatan Ulee Jalan putus diterjang banjir.
Setibanya di lokasi, Mustafa menyaksikan kondisi desa yang memprihatinkan.
Rumah-rumah warga dipenuhi lumpur, listrik padam, dan hampir semua warga terpaksa mengungsi ke desa tetangga.
Sekitar 20 persen lahan desa beserta rumah warga hilang diterjang banjir dan longsor sungai Peusangan.
“Begitulah gambaran sepintas Desa Krueng Beukah, bagaikan desa mati,” ujarnya kepada Serambinews.com, Selasa (16/12/2025).
Baca juga: Jalan Nasional Agara-Gayo Lues Putus, Polisi Bantu Pikul Barang Warga Lewati Pegunungan Terjal
Mustafa yang juga mantan anggota DPR Aceh terlihat terharu dan sempat meneteskan air mata saat menyaksikan penderitaan warga.
Keuchik Desa Krueng Beukah, Teuku Muna, menyampaikan keluhan warganya.
Saat ini, seluruh warga desa yang berjumlah 91 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa, mengungsi ke Masjid Desa Lueng Kuli dan sekolah SD Desa Cibrek.
“Seratus persen desa kami tergenang banjir lumpur, sebagian rusak total, bahkan ada yang hanyut terbawa arus sungai,” kata Teuku Muna, yang juga pegawai honorarium Satpol PP Pemkab Bireuen.
Bantuan yang dibawa Mustafa terdiri dari beras, obat-obatan, pakaian, sandal jepit, cemilan anak-anak, dan susu kotak.
Bantuan ini dikumpulkan dari donatur, termasuk dari perkumpulan Tionghoa Banda Aceh.
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (Umuslim) Peusangan yang sedang KKN di Desa Krueng Beukah juga turut membantu warga dan memberikan motivasi kepada anak-anak agar tetap tegar menghadapi musibah.
Baca juga: Aceh akan Kembali Terima 2 Ribu Ton Bantuan Kemanusiaan dari Malaysia
| Penyeberangan Lewat Jembatan Apung Kepala Hiudi Peusangan Siblah Krueng Lancar Kembali |
|
|---|
| Pasca Banjir, Abrasi Krueng Peusangan di Pante Baro Kumbang Semakin Meluas |
|
|---|
| Salurkan Bantuan ke Korban Banjir di Pedalaman Aceh Utara, Polres Lhokseumawe Tinjau Jembatan Bailey |
|
|---|
| Tegas, Napi yang tidak Kembali ke LP Kualasimpang Berpotensi Ditetapkan DPO |
|
|---|
| Baru 45 Narapidana yang Kembali ke Lapas Kualasimpang, Tenggat Penyerahan Diri Berakhir 17 Mei |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mustafa-A-Glanggang-bersama-tim-relawan-antar-bantuan-ke-desa-Krueng-Beukah.jpg)