Breaking News
Senin, 13 April 2026

Berita Aceh Jaya

Tidak Hanya Langka, Harga Gas di Aceh Jaya Sentuh Harga 450 Ribu Pertabung

Imbas dari kelangkaan gas, menyebabkan sejumlah masyarakat yang merupakan pelaku UMKM tidak dapat membuka warung

Penulis: Riski Bintang | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Riski Bintang
ANTRI GAS - Sejumlah ibu-ibu dari Gampong Dayah Baro dan Bahagia mengatri gas di salah satu pangkalan yang ada di kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG - Sejumlah masyarakat di kabupaten Aceh Jaya mengeluhkan kondisi kelangkaan gas yang terjadi di kabupaten itu.

Imbas dari kelangkaan gas, menyebabkan sejumlah masyarakat yang merupakan pelaku UMKM tidak dapat membuka warung akibat dari tidak tersedianya gas di sejumlah pangkalan.

Seperti yang disampaikan salah satu pengelola Warkob End Kupi Nasir, dimana dirinya menyebutkan jika kemungkinan besar akan kembali menutup warungnya akibat tidak adanya gas.

"Ini kalau hari ini tidak ada gas, maka kemungkinan besok atau lusa saya harus tutup lagi warung," jelasnya.

Nasir menyebutkan, jika dalam masa bencana yang melanda Aceh dirinya sudah menutup warung beberap hari lalu akibat tidak ada gas.

Kelangkaan gas ini menurutnya tidak hanya terjadi pada gas 3 Kg namun juga terjadi pada gas 12 kg.

Baca juga: Listrik Menyala 100 Persen, Pengusaha Warung Kopi di Abdya Berharap Tak Padam Lagi

Baca juga: 5 Cara Sederhana Agar Produktif Seharian ala Akbar Abi, Fokus Terjaga hingga Mood Stabil

Saat ini banyak pangkalan tidak memiliki stok gas 12 Kg, jikapun ada, Nasir mengatakan harga jualnya sudah sangat tidak masuk akal.

"Kemarin saya dapat satu gas, tukar tambung saja harganya 450 ribu per satu gas 12 kg," cetusnya.

"Ini tentu sangat mencekik kami sebagai pelaku UMKM, dimana harganya naik hampir dua kali lipat dibandingkan dengan harga jual pada biasanya," sambung Nasir.

Dirinya berharap adanya peran pemerintah kabupaten Aceh Jaya untuk menghadirkan solusi terkait kelangkaan gas LPG yang terjadi di kabupaten itu.

"Harapan terakhir kita hanya kepekaan Pemkab untuk mengatasi permasalahan ini," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved