Kamis, 7 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Bupati TRK Usul ke Pusat, Gunong Kong Butuh Jembatan Bailey

“Kita harapkan pusat membantu juga jembatan bailey untuk Gunong Kong.” Teuku Raja Keumangan, Bupati Nagan Raya 

Tayang:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI BARAT EDISI JUMAT 20251219 
Ringkasan Berita:
  • TRK mengusulkan ke pusat bangun jembatan bailey di Gunong Kong sebagai akses utama masyarakat Dusun Blang Tripa
  • TRK juga sudah meminta BNPB agar juga membangun jembatan bailey di Gunong Kong saat mereka mengantarkan kerangka jembatan bailey untuk Beutong Ateuh Banggalang
  • Sambil menunggu Pemkab Nagan Raya akan membantu warga dengan memberikan boat penyerangan sehingga warga bisa ke pusat kecamatan dan anak-anak bisa sekolah

“Kita harapkan pusat membantu juga jembatan bailey untuk Gunong Kong.” Teuku Raja Keumangan, Bupati Nagan Raya 

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Putusnya jembatan rangka baja di wilayah Alue Wakie atau Gunong Kong, Kecamatan Darul Makmur akibat banjir bandang akhir November lalu telah membuat warga setempat terisolir. 

Selama ini, sekitar 100 kepala keluarga (KK) Gunong Kong terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi sungai apabila hendak ke pusat ibukota kecamatan. 

Karena itu, Bupati Nagan Raya, Dr Teuku Raja Keumangan (TRK) mengusulkan ke pusat bangun jembatan bailey di Gunong Kong sebagai akses utama masyarakat Dusun Blang Tripa. 

Hal itu disampaikan TRK di sela-sela meninjau kondisi jembatan Gunong Kong pada Rabu (16/12/2025) bersama Wabup Raja Sayang, Plt Sekda Zulkifli, Dandim 0116 dan Kapolres setempat.

"Kita usulkan jembatan bailey sehingga bisa digunakan sebagai transportasi warga. Kita berharap akan ada pembangunan jembatan bailey untuk membantu akses masyarakat di Dusun Blang Tripa, Gampong Alue Wakie ini,” ujar Bupati TRK.

Bupati menyatakan akan segera menyurati pusat. Sehari sebelumnya, TRK juga sudah meminta BNPB agar juga membangun jembatan bailey di Gunong Kong saat mereka mengantarkan kerangka jembatan bailey untuk Beutong Ateuh Banggalang.

"Kita harapkan pusat membantu juga jembatan bailey untuk Gunong Kong. Pemerintah harus hadir dan sigap, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga hingga masyarakat benar-benar pulih,” ujar Bupati TRK.

Dengan tidak adanya akses jalan dan jembatan, lanjut TRK, telah berdampak langsung pada terhambatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi warga setempat. 

Sambil menunggu respon pusat, Pemkab Nagan Raya akan membantu warga dengan memberikan boat penyerangan sehingga warga bisa ke pusat kecamatan dan anak-anak bisa sekolah.

Salur bantuan 

Kunjungan ini merupakan kali kesekian yang dilakukan TRK bersama unsur forkopimda pascabanjir melanda, sekaligus menegaskan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak.

Dalam kunjungan ini, pemkab menyalurkan bantuan dalam jumlah signifikan. Khusus untuk Kecamatan Darul Makmur, pemerintah memberi 61 ton beras, hampir 1.000 liter minyak goreng, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya. 

Selain itu, puluhan unit generator set (genset) turut disalurkan guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah keterbatasan pasokan listrik akibat banjir. Penyerahan bantuan dipusatkan di Kantor Camat Darul Makmur.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati TRK menegaskan bahwa perbaikan rumah-rumah warga terdampak banjir akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan tingkat kerusakan, baik kategori rusak ringan, sedang, maupun berat.

Bupati TRK memastikan Pemkab Nagan Raya akan terus hadir di tengah masyarakat, mengawal penanganan pascabencana secara menyeluruh, serta mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi warga yang terdampak banjir di Kabupaten Nagan Raya.(riz)

Papdi Beri Pengobatan Gratis di Drien Tujoh

Untuk mengatisipasi terjangkitnya penyakit kepada korban banjir bandang di Nagan Raya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) Aceh menggelar pengobatan gratis bagi warga terdampak di Tripa Makmur, Kamis (18/12/2025). 

Kegiatan yang terlaksana berkat kerja sama dengan Puskesmas Lung Keubet Jagat manyasar masyarakat di wilayah Drien Tujuh, Kecamatan Tripa Makmur. Masyarakat terlihat memadati lokasi pelayanan sejak pagi hari. 

Pascabanjir, ancaman penyakit menjadi persoalan serius bagi masyarakat. Debu sisa banjir, sanitasi air yang belum pulih, serta keterbatasan akses layanan kesehatan menyebabkan meningkatnya kasus gangguan kesehatan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan penyakit kulit.

Papdi Aceh menurunkan tiga dokter spesialis penyakit dalam, yakni dr Edi Hidayat SpPD FINASIM AIFO-K FISQua, dr Muldani Nosarios SpPD FINASIM, dan dr Radyana Putri SpPD. 

Selain itu ada juga apoteker, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Kolaborasi lintas profesi ini dilakukan guna memastikan pelayanan medis berjalan optimal dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat.

Salah satu dokter spesialis yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa mayoritas pasien mengalami radang saluran pernapasan akut, diduga kuat akibat menghirup debu dan partikel sisa banjir. 

Selain itu, cukup banyak ditemukan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol, akibat terputusnya akses pengobatan selama masa bencana. Penyakit kulit dan gatal-gatal juga banyak dikeluhkan warga, berkaitan dengan kualitas sanitasi dan air bersih yang belum memadai.

Turut hadir dalam kegiatan sosial ini, Kepala Puskesmas Lung Keubet Jagat, Dewi Sartika Amk dan Kepala Desa Drien Tujuh, Juliadi. Pada pekan lalu, Papdi Aceh juga telah melakukan pengobatan gratis bagi masyarakat korban banjir bandang di Beutong Ateuh Banggalang.(riz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved