Minggu, 12 April 2026

Berita Banda Aceh

Peringati HBN ke-77, Kapolda: Tanpa Aceh Semangat Bela Negara Tidak akan Lengkap

Setiap tanggal 19 Desember, bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/HO/serambinews
IRUP PERINGATAN HBN – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Alibasyah, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) saat memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025, di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Jumat (19/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepolisian Aceh (Polda) Aceh memperingati Hari Bela Negara (HBN) ke-77 Tahun 2025, di Lapangan Apel Mapolda Aceh, Jumat (19/12/2025). 

Dalam upacara ini Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Alibasyah, bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup). 

Dalam upacara tersebut, Kapolda Aceh membacakan amanat tertulis Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. 

Presiden menyampaikan bahwa Hari Bela Negara merupakan sebuah momentum penting untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa.

Setiap tanggal 19 Desember, bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948, ketika Agresi Militer Belanda II mengancam keberlangsungan Republik Indonesia. 

“Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri,” kata Kapolda membaca amanat presiden. 

Ia melanjutkan, Peringatan Hari Bela Negara Tahun 2025 mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. 

Tema ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Presiden juga menegaskan bahwa dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. 

Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa. 

“Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional, melainkan berupa perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi. 

Dalam situasi tersebut, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” ujarnya.

Kapolda Aceh melanjutkan bahwa peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini bertepatan dengan bencana yang sedang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah luar biasa dalam perjalanan Republik Indonesia, sehingga ujian yang dihadapi saat ini merupakan panggilan bagi seluruh bangsa untuk hadir dan membantu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved