Sabtu, 11 April 2026

Berita Banda Aceh

Harga Semen di Aceh Naik Tak Wajar, Mualem Perintahkan Pengawasan Ketat

Kebijakan ini diambil setelah banyaknya laporan masyarakat terkait kenaikan harga semen di tengah kondisi bencana banjir yang melanda sejumlah

Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
HARGA SEMEN NAIK – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui jubir Muhammad MTA memerintahkan agar dikakukan pengawasan ketat terhadap lonjakan harga semen yang dinilai tidak wajar dalam beberapa hari terakhir, Sabtu (20/12/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memerintahkan pengawasan ketat harga dan distribusi semen setelah laporan lonjakan harga tidak wajar di tengah bencana banjir. 
  • Disperindag Aceh dan Semen Andalas memastikan pabrik tidak menaikkan harga; kenaikan dipicu terhentinya produksi akibat listrik padam. 
  • Pemerintah Aceh menegaskan tidak akan menolerir spekulasi harga, meminta distributor dan pedagang tidak mengambil keuntungan berlebihan, serta akan menindak tegas pelanggaran. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, memerintahkan pengawasan ketat terhadap peredaran dan harga semen di pasaran menyusul lonjakan harga yang dinilai tidak wajar dalam beberapa hari terakhir. 

Kebijakan ini diambil setelah banyaknya laporan masyarakat terkait kenaikan harga semen di tengah kondisi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

“Dalam dua hari ini, Gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar,” kata Mualem melalui Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Sabtu (20/12/2025). 

MTA menjelaskan, dalam laporan yang diterima Pemerintah Aceh, harga semen di tingkat toko mengalami kenaikan signifikan, dari harga normal Rp62.000–Rp64.000 per sak menjadi Rp70.000–Rp80.000 per sak. 

“Bahkan, di beberapa kabupaten/kota, harga semen dilaporkan menembus Rp90.000 per sak,” ujarnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, kata MTA, gubernur sudah menginstruksikan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait untuk segera berkoordinasi dengan pihak produsen, distributor, dan instansi pengawas guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok semen di pasaran.

Baca juga: Jadi Korban Banjir Aceh Tamiang, Ibu-Ibu Ini Justru Masih Pikirkan Gaza: Kami Makan, di Sana Peluru

Berdasarkan hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh serta komunikasi dengan manajemen Semen Andalas, diketahui bahwa tidak ada kebijakan kenaikan harga dari pihak pabrik. 

Pihak Andalas Lhoknga, kata MTA, juga menjelaskan bahwa selama bencana banjir yang mengakibatkan matinya listrik, mereka terhenti produksi disebabkan tidak memiliki genset sebagai alternatif cadangan.

“Mereka memprediksi bahwa kenaikan harga yang dilakukan oleh toko-toko kemungkinan disebabkan oleh terhentinya produksi,” ujarnya.

Diketahui, saat ini produksi Semen Andalas telah kembali berjalan. Proses pengepakan dan distribusi juga telah dilakukan sejak Senin malam, dengan sekitar 700 ton semen sudah disalurkan ke pasar.

Kapasitas produksi pabrik mencapai 5.000 ton per hari dan terus dioptimalkan untuk menormalkan pasokan.

MTA menegaskan, sesuai instruksi Mualem bahwa pengawasan harga semen akan diperketat agar tidak terjadi praktik spekulasi maupun permainan harga, terutama dalam situasi darurat yang sedang dihadapi masyarakat. 

Baca juga: Ringankan Mobilitas Warga, Angkutan Gratis Peureulak-Peunaron Mulai Beroperasi

Ia meminta seluruh pihak, termasuk distributor dan pedagang, untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat memberatkan rakyat.

Pemerintah Aceh, lanjut MTA, juga memastikan akan terus memantau perkembangan harga semen di seluruh daerah serta mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan masyarakat.

“Gubernur berharap agar pihak-pihak terkait melakukan pengawalan jaminan harga semen demi masyarakat luas, apalagi rakyat sedang menghadapi bencana yang begitu besar. 

Kepada pihak Semen Indonesia agar pro-aktif dalam menyikapi persoalan ini,” pintanya. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved