Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pimpinan DPRA Sorot Sistem Buka Tutup di Jembatan Kutablang, Yah Fud: Harus Ditata Ulang

Pimpinan DPRA Yah Fud menyoroti sistem buka-tutup di Jembatan Kutablang, Bireuen yang dinilai tidak efisien.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
ANTREAN PANJANG KENDARAAN – Antrean panjang kendaraan yang ingin melintas Jembatan Kutablang, Bireuen. Wakil Ketua DPRA, Saifuddin Muhammad alias Yah Fud menyorot sistem buka tutup di jembatan tersebut yang menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan. 

Ringkasan Berita:
  • Pimpinan DPRA Yah Fud menyoroti sistem buka-tutup di Jembatan Kutablang, Bireuen yang dinilai tidak efisien.
  • Ia meminta Dishub menata ulang jadwal dan durasi buka-tutup agar arus lalu lintas lebih lancar.
  • Selain itu, ia menekankan perlunya tindakan tegas terhadap pengendara yang melawan arah demi kenyamanan dan produktivitas masyarakat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Antrean panjang kendaraan yang terjadi di Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, menjadi sorotan banyak pihak, terutama para pengendara yang kerap terjebak kemacetan panjang. 

Sistem buka-tutup yang diberlakukan di jalur tersebut dinilai kurang efisien dan kurang efektif.

Karena bisa menimbulkan kemacetan yang memakan waktu hingga satu jam lamanya, bahkan kadang lebih.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRA Fraksi Partai Nasdem, Saifuddin Muhammad atau Yah Fud meminta Dinas Perhubungan (Dishub) untuk melakukan penataan ulang terhadap sistem buka-tutup itu.

Tujuannya supaya arus lalu lintas di sekitar jembatan bisa berjalan lebih lancar dan efisien.

"Sistem buka tutup yang ditetapkan selama ini perlu dievaluasi, terutama di jam-jam padat,” katanya. 

“Pembukaan yang terlalu lama di salah satu sisi, akan berdampak antrean yang sangat panjang disisi lainnya,” tukas Yah Fud. 

Baca juga: Jembatan Kutablang Bireuen Akan Sering Ditutup, Kerap Rusak Dilindas Truk Berat

“Saya meminta Dishub untuk mengatur ulang jadwal dan durasi buka tutupnya atau mempertimbangkan alternatif lain yang dapat meminimalisir panjangnya antrean," ucap pimpinan DPRA ini, Jumat (1/5/2026).

Menurut Yah Fud, antrean yang semakin panjang, terutama pada jam-jam sibuk, menjadi sangat mengganggu kenyamanan, serta produktivitas masyarakat. 

Bahkan, lebih parahnya kondisi itu bisa berdampak negatif kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Ia memahami, bahwa sistem buka-tutup pada jembatan tersebut memang dimaksudkan untuk menghindari penumpukan kendaraan dari kedua arah yang melintas di jembatan darurat. 

“Namun kadangkala dengan tingginya volume kendaraan yang melintas, hal ini justru sering menimbulkan antrean panjang yang memakan waktu berjam-jam,” tegasnya.

Selain itu, tutur Yah Fud, banyaknya pengendara yang melawan arah turut mengganggu kelancaran arus lalulintas di kawasan tersebut. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved