Banjir Landa Aceh
Mendagri: Pemerintah Mendengar, Memahami, dan Menindaklanjuti Kritik Penanganan Bencana Sumatera
Medan yang berat serta keterbatasan teknis di lapangan menjadi tantangan utama dalam proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Penulis: Hendri Abik | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Mendagri Tito Karnavian mengakui masih ada kekurangan dalam penanganan banjir dan longsor di Sumatera akibat medan berat dan keterbatasan teknis.
- Tito menyampaikan permohonan maaf atas kinerja yang belum optimal dan menegaskan pemerintah terus memperbaiki upaya penanganan darurat serta pemulihan korban bencana di Sumatera.
- Pemerintah menekankan pentingnya solidaritas dan gotong royong. Data BNPB per 19 Desember 2025 mencatat 1.068 korban meninggal, 190 hilang, dan sekitar 577.600 pengungsi.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri, Tito Karnavian mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dan kelemahan dalam penanganan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera.
Medan yang berat serta keterbatasan teknis di lapangan menjadi tantangan utama dalam proses penanganan darurat dan pemulihan pascabencana.
Karena itu, Tito menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat terkait kinerja penanganan bencana di sejumlah daerah terdampak di Sumatera.
“Kami, pemerintah, mendengar dan memahami berbagai kritik serta masukan dari masyarakat terhadap penanganan bencana di Sumatera,” ujar Tito dalam konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatera di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai belum optimal, termasuk aksi pengibaran bendera putih oleh korban bencana banjir dan longsor di Aceh sebagai simbol keputusasaan.
Tito menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila upaya pemerintah selama ini belum sepenuhnya memenuhi harapan.
Baca juga: Korban Bencana Aceh-Sumatera Dapat Bantuan Perabot Rumah Tangga, Segini Besarannya
Namun, ia menegaskan pemerintah terus melakukan perbaikan kinerja secara berkelanjutan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan darurat korban bencana.
“Dengan segala kerendahan hati, kami meminta maaf apabila masih terdapat kekurangan. Kendala di lapangan memang cukup besar karena medan yang berat.
Namun, sebagai pemerintah, kami berkewajiban untuk terus bekerja, mengatasi hambatan, memperbaiki kinerja, dan bergerak cepat memenuhi kebutuhan darurat saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat,” tegas Tito.
Lebih lanjut, Tito menekankan bahwa para korban bencana saat ini membutuhkan soliditas dan solidaritas dari seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kemanusiaan menjadi kunci utama dalam proses pemulihan daerah terdampak.
“Uluran tangan masyarakat sangat membantu. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Baca juga: Harga Semen di Aceh Naik Tak Wajar, Mualem Perintahkan Pengawasan Ketat
Mari terus bersama-sama dalam bingkai soliditas kebangsaan dan kemanusiaan untuk mempercepat pemulihan,” ujar Tito.
Berdasarkan data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 19 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Sumatera mencapai 1.068 jiwa.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang tercatat sekitar 190 orang, serta jumlah pengungsi mencapai sekitar 577.600 jiwa yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (*)
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mendagri-Tito-Karnavian-di-Lanud-Halim-Perdanakusuma-Jakarta-Jumat-19122025.jpg)