Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Harga Semen Naik Tak Wajar Gubernur Perintahkan Pengawasan Ketat

“Dalam dua hari ini, gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar.” Muzakir Manaf

Editor: mufti
Serambinews.com/Rianza Alfandi
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) 

Ringkasan Berita:
  • Mualem memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran dan harga semen di pasaran
  • Harga semen di tingkat toko mengalami kenaikan signifikan, dari harga normal Rp62.000–Rp64.000 per sak menjadi Rp70.000–Rp80.000 per sak
  • Kenaikan harga yang dilakukan oleh toko-toko kemungkinan disebabkan oleh terhentinya produksi,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh

“Dalam dua hari ini, gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar.” Muzakir Manaf, Gubernur Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dalam beberapa hari terakhir, Aceh mengalami krisis semen. Jika pun ada semen di pasaran, maka dijual dengan harga tidak wajar. Bahkan di beberapa kabupaten/kota harganya tembus Rp 90 ribu per sak.

Karena itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau lebih dikenal Mualem memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran dan harga semen di pasaran. 

Kebijakan ini diambil setelah banyaknya laporan masyarakat terkait kenaikan harga semen di tengah kondisi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh.

“Dalam dua hari ini, gubernur banyak menerima laporan dari masyarakat bahwa kenaikan harga semen sudah tidak wajar,” kata Mualem melalui Jubir Pemerintah Aceh, Muhammad MTA kepada Serambi, Sabtu (20/12/2025). 

MTA menjelaskan, dalam laporan yang diterima Pemerintah Aceh, harga semen di tingkat toko mengalami kenaikan signifikan, dari harga normal Rp62.000–Rp64.000 per sak menjadi Rp70.000–Rp80.000 per sak. 

“Bahkan, di beberapa kabupaten/kota, harga semen dilaporkan menembus Rp90.000 per sak,” ujarnya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, gubernur sudah menginstruksikan Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) terkait untuk segera berkoordinasi dengan pihak produsen, distributor, dan instansi pengawas guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok semen di pasaran.

Anggota DPRK Banda Aceh, Aulia Rahman juga mengaku menerima beberapa laporan terkait ketiadaan semen di pasaran di Banda Aceh. "Beberapa teman mengabari mulai langkanya semen di pasaran. Kondisi ini tentu menghambat pengerjaan infrastruktur," katanya kepada Serambi, Jumat (19/12/2025).

"Namun demikian, kita meminta pemerintah untuk turun tangan mengatasi hal ini supaya pembangunan tidak tersendat," ujar mantan ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Aceh ini. "Kita juga meminta pemerintah untuk melakukan sidak dan memastikan tidak ada penimbunan oleh pihak-pihak terkait di tengah kondisi seperti ini," tutupnya.(ra/mas)

Produksi Sempat Terhenti Akibat Mati Listrik 

BERDASARKAN hasil pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh serta komunikasi dengan manajemen PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga, Aceh Besar, diketahui tidak ada kebijakan kenaikan harga. 

Namun demikian, pihak pabrik semen mengaku bahwa selama bencana banjir yang mengakibatkan matinya listrik, produksi semen sempat terhenti disebabkan tidak memiliki genset sebagai alternatif cadangan.

“Mereka memprediksi bahwa kenaikan harga yang dilakukan oleh toko-toko kemungkinan disebabkan oleh terhentinya produksi,” ujar Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA mengutip keterangan manajemen PT Solusi Bangun Andalas.

Diketahui, saat ini produksi semen Andalas telah kembali berjalan. Proses pengepakan dan distribusi juga telah dilakukan sejak Senin malam, dengan sekitar 700 ton semen sudah disalurkan ke pasar. 

Sedangkan kapasitas produksi pabrik mencapai 5.000 ton per hari dan terus dioptimalkan untuk menormalkan pasokan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved