Senin, 4 Mei 2026

Layanan Kesehatan

Tertimbun Lumpur Tebal, Empat Puskesmas di Bireuen belum Dapat Beroperasi

Hingga Minggu (21/12/2025), empat Puskesmas di Kabupaten Bireuen belum dapat difungsikan kembali pascabanjir bandang. Kondisi ini

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/YUSMANDIN IDRIS
TERTIMBUN LUMPUR - Kondisi Puskesmas Peusangan Siblah Krueng, Bireuen, hingga Minggu (21/12/2025) masih dipenuhi lumpur tebal. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Hingga Minggu (21/12/2025), empat Puskesmas di Kabupaten Bireuen belum dapat difungsikan kembali pascabanjir bandang. Kondisi ini disebabkan halaman hingga ruang pelayanan masih terendam endapan lumpur tebal.

Keempat Puskesmas tersebut berada di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng (Puskesmas Lueng Daneun), Puskesmas Mon Kelayu, Puskesmas Kutablang, dan Puskesmas Peusangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, dr Irwan, mengatakan upaya pembersihan telah dilakukan oleh masing-masing kepala Puskesmas bersama staf, namun belum berjalan maksimal.

“Puskesmas masih dipenuhi endapan lumpur, alat-alat kesehatan dan seluruh mobiler terendam banjir. Selain itu, tidak tersedianya air bersih menjadi kendala besar untuk proses pembersihan maupun pelayanan,” ujar dr Irwan kepada Serambinews.com.

Ia menjelaskan, endapan lumpur di lingkungan Puskesmas tergolong sangat tebal, terutama di halaman luar. Kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk membersihkannya secara manual.

“Di dalam ruangan sudah dibersihkan oleh petugas, tetapi lumpur tebal di halaman luar membutuhkan bantuan alat berat. Jika mengandalkan tenaga manusia, prosesnya akan sangat lama,” jelasnya.

Baca juga: DPD Aceh Laskar Prabowo 08 Turun Langsung Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir dan Longsor

Dinas Kesehatan Bireuen menargetkan empat Puskesmas tersebut dapat kembali beroperasi pada awal Januari 2026. Dari keempatnya, kondisi terparah berada di Puskesmas Peusangan.

Meski demikian, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan melalui 34 posko kesehatan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Terkait kerusakan sarana dan prasarana, Dinkes Bireuen telah mengajukan usulan bantuan ke Kementerian Kesehatan, termasuk pengadaan mobiler dari pemerintah pusat.

“Selama ini, obat-obatan didukung oleh para donatur serta Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Aceh. Kami berharap dukungan obat-obatan terus berlanjut, karena jika tidak, stok obat bisa habis dalam beberapa minggu ke depan,” pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved