Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir Landa Aceh

Krueng Jeunieb- Bireuen Meluap Banjiri Pemukiman Warga

Informasi diperoleh Serambinews.com dari Irwandi PMI Jeunieb dan warga lainnya, luapan banjir itu masuk ke jalan dan pemukiman masyarakat di...

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/SERAMBINEWS.COM/ HO
Meluap - Kondisi air Krueng Jeunieb, Kabupaten Bireuen meluap ke pemukiman warga sudah mulai surut, Minggu (21/12/2025) malam. 
Ringkasan Berita:
  • Minggu malam, 21 Desember 2025, pemukiman warga di Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, terendam banjir akibat meluapnya Krueng Jeunieb.
  • Luapan terjadi setelah hujan deras di pegunungan Jeunieb.
  • Air sempat masuk ke jalan dan pekarangan rumah warga, namun tidak sampai ke dalam rumah.
  • Arus sungai membawa rumpun bambu & kayu yang tersangkut di tiang jembatan Gampong Meunasah Tambo.
  • Hambatan ini membuat permukaan air naik dan meluber ke pemukiman.

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN  - Pemukiman masyarakat di Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang, Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen terendam banjir, sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (21/12/2025) akibat meluapnya air sungai atau Krueng Jeunieb.

Krueng Jeunieb meluap, setelah hujan deras di pegunungan kawasan Jeunieb.

Informasi banjir luapan,  spontan tersebar cepat melalui beberapa grup WhatsApp di Kabupaten Bireuen dan perorangan.

Bahkan warga turut memantau debit air di beberapa sungai besar lainnya seperti Peudada dan Krueng Batee Iliek, Krueng Nalan.

Namun, kondisi aliran air normal walau keruh coklat pekat.

Informasi diperoleh Serambinews.com dari Irwandi PMI Jeunieb dan warga lainnya, luapan banjir itu masuk ke jalan dan pemukiman masyarakat di Gampong Meunasah Tambo dan Meunasah Keutapang.

Namun, tidak berselang lama genangan berangsur surut.

Keuchik Meunasah Tambo, Fadil (40) mengatakan bahwa sebelum kejadian di wilayah Jeunieb tidak ada hujan
dan diperkirakan hujan deras turun di wilayah pegunungan.

Arus sungai mengalir deras meluap ke pemukiman penduduk, akibat rumpun bambu dan kayu hanyut, tersangkut di tiang tengah di bawah jembatan Gampong Meunasah Tambo, sehingga permukaan air naik melebar kepedulian warga dekat aliran sungai.

Dalam sekejap, luapan air sungai/Krueng Jeunieb membanjiri jalan gampong dan juga  pekarangan rumah dan belum sampai masuk ke rumah warga.

Sekitar dua jam kemudian, airnya sudah mulai turun atau surut.

Baca juga: Bobot Kendaran Dibatasi 3 Ton di Jembatan Darurat Menuju Singkil 

Berharap Normalisasi Sungai

Keuchik Fadil mengharapkan sebagai upaya untuk mencegah rawan terjadi banjir atau meluapnya Krueng Jeunieb setiap tahun.

Diharapkan, pemerintah untuk dapat menormalisasi aliran sungai yang sudah dangkal.

Selain normalisasi juga sekalian dilakukan peninggalan bantaran sungai karena di sepanjang aliran Krueng Jeunieb ada sejumlah titik bantaran sungai sudah rusak atau terkena erosi.

Dengan peninggian bantaran sungai, sehingga aliran air dapat mengalir lancar dan tidak lagi
sangkut kayu terbawa arus sungai.

Kepada pemerintah juga diharapkan, agar jembatan lama di Gampong Meunasah Tambo  yang sering tersangkut sampah kayu untuk dibangun jembatan baru lebih tinggi.

Begitu juga di lorong masjid Gampong Meunasah Tambo, ada satu unit jembatan beton menghubungkan ke Gampong Meunasah Keutapang butuh pembangunan jembatan baru.

Kondisi jembatan tersebut, hampir ambruk dan membahayakan warga akibat abutment telah terkikis banjir.

Irwandi maupun Nazaruddin warga lainnya mengharpakan, untuk mencegah rawan terjadi banjir yang setiap
tahun membanjiri pemukiman masyarakat , i sejumlah gampong di Jeunieb
perlu normalisasi sungai dan peninggian bantaran sungai.

 "Kami mengharapkan pemerintah untuk segera melakukan normalisasi aliran Krueng Jeunieb, dan perbaikan bantaran sungai sebagai upaya untuk mencegah rawan terjadinya banjir, walau ketika terjadi musibah itu
atau bencana alam tidak ada yang dapat menghalanginya," ujar Nazaruddin. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved