Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Tito Karnavian Minta Pembersihan Lumpur Dipercepat

langkah relokasi menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat banjir

Tayang: | Diperbarui:
Editor: mufti
COVER KORAN SERAMBI INDONESIA/KORAN SERAMBI INDONESIA
HEADLINE SERAMBI INDONESIA EDISI SELASA 20251223 

Ringkasan Berita:
  • Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembersihan sisa lumpur banjir di Kabupaten Aceh Tamiang
  • Selain pembersihan sisa banjir, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak yang rumahnya rusak berat atau hilang.
  • Aceh Tamiang menjadi prioritas penanganan, dan pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 500 unit rumah bagi masyarakat terdampak banjir di daerah ini

MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan pembersihan sisa lumpur banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Pembersihan itu mencakup berbagai infrastruktur terdampak, mulai dari fasilitas umum, perkantoran, hingga permukiman warga. 

Tito menjelaskan, persoalan tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam pertemuannya dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang, forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat, serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

“Intinya, kami membicarakan langkah-langkah penanganan dan memetakan berbagai persoalan yang ada di Aceh Tamiang,” ujar Tito usai rapat dengan pemerintah daerah dan pihak terkait di Aceh Tamiang, Senin (22/12/2025). 

Selain pembersihan sisa banjir, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak yang rumahnya rusak berat atau hilang. Tito menyampaikan, pembangunan hunian tetap tersebut akan didukung oleh pemerintah dan pihak swasta. Saat ini, Pemkab Aceh Tamiang diminta menyiapkan lahan yang diperlukan. “Sepanjang lahannya sudah siap, kami akan bergerak cepat,” katanya. 

Sementara itu, masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai untuk biaya renovasi. Bantuan tersebut dapat digunakan untuk membersihkan rumah dan melakukan perbaikan secara mandiri. “Setelah data lengkap, mereka akan diberikan bantuan dalam bentuk uang agar bisa melakukan pembersihan dan menyiapkan kembali rumahnya,” jelas Tito. 

Di sisi lain, dia mengimbau pemerintah daerah lain yang tidak terdampak bencana agar turut bergotong royong membantu para korban. Pada kesempatan tersebut, Tito juga menyalurkan bantuan dari pemerintah dan pihak swasta berupa pakaian, makanan, serta kebutuhan dasar lainnya. “Saya tahu di pengungsian masih banyak yang kekurangan pakaian, selimut, kain sarung, kebutuhan makanan, serta perlengkapan untuk perempuan dan anak-anak,” ujarnya. 

Tito berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban para korban. Pemerintah, lanjut dia, juga berencana menyalurkan bantuan lanjutan kepada masyarakat terdampak. “Kami berharap upaya ini dapat membantu meringankan beban masyarakat. Bantuan ini juga tidak berhenti sekali, tetapi akan dilanjutkan,” tutur Tito.

Disambut Kapolda

Kunjungan kerja Mendagri Tito Karnavian, ke Kabupaten Aceh Tamiang, kemarin disambut langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah. Dalam kesempatan itu, Kapolda Aceh menjelaskan bahwa Polri bergerak cepat dan terukur sejak awal bencana untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

“Polri sejak awal langsung mengambil langkah cepat dan terukur untuk membantu masyarakat terdampak banjir, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Irjen Marzuki. 

Ia menyebutkan, salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah mendirikan dapur makan siap saji di wilayah Pangkalan Susu, yang setiap hari mendistribusikan makanan kepada masyarakat terdampak. “Melalui dapur makan siap saji ini, kami mendistribusikan makanan dua kali sehari. Pada tahap awal kami menyiapkan 500 porsi per hari, kemudian meningkat menjadi 1.000 porsi, dan ditargetkan mencapai 3.000 porsi per hari,” jelasnya.

Selain pemenuhan kebutuhan pangan, Kapolda Aceh menambahkan bahwa Polri juga menyiapkan fasilitas penunjang kebutuhan air bersih melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik strategis. “Sumur bor ini diperuntukkan bagi masjid, puskesmas, pesantren, dan permukiman warga. Seluruhnya dilengkapi tandon air, genset, serta mesin pendukung lainnya sehingga dapat langsung digunakan,” tambah dia.

Menurut Kapolda, hingga saat ini telah terpasang 36 titik fasilitas air bersih di wilayah Aceh Tamiang, dan jumlah tersebut direncanakan terus bertambah. “Hari ini kami targetkan penambahan enam titik lagi, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera terpenuhi,” tambah Marzuki.

Di samping itu, Kapolda melanjutkan, Polri juga melakukan pembersihan jalan-jalan yang masih tergenang air dengan menggunakan alat semprot bertekanan tinggi. “Kami menurunkan sekitar 40 unit alat semprot bertekanan tinggi, mirip dengan peralatan pemadam kebakaran, untuk mempercepat pembersihan jalan dan fasilitas umum,” ucapnya. 

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa langkah relokasi menjadi perhatian utama bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat atau hilang akibat banjir. “Bagi rumah yang rusak berat atau hilang, relokasi menjadi solusi utama. Sedangkan untuk rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang, pemerintah akan memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai agar masyarakat dapat membersihkan dan memperbaiki rumahnya,” ujar Tito.

Ia menegaskan bahwa penanganan bencana akan difokuskan di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai wilayah terdampak paling parah. “Aceh Tamiang menjadi prioritas penanganan, dan pemerintah merencanakan pembangunan sekitar 500 unit rumah bagi masyarakat terdampak banjir di daerah ini,” pungkasnya.(kompas/ra)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved