Senin, 4 Mei 2026

Berita Bireuen

12.752 Rumah Hilang dan Rusak dalam Banjir Bandang Bireuen, Puluhan Jembatan Ambruk, Cek Datanya

Banjir bandang di Bireuen akhir November 2025 mengakibatkan 12.752 rumah hilang dan rusak.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
RUMAH TERDAMPAK BANJIR - Rumah rusak di Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen dihantam banjir bandang, beberapa waktu lalu. 
Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang di Bireuen akhir November 2025 mengakibatkan 12.752 rumah hilang dan rusak.
  • Selain itu, 54 jembatan hancur, termasuk sembilan jembatan rangka baja yang runtuh diterjang arus deras.
  • BPBD mencatat 34 korban jiwa, tiga orang hilang, dan proses pemulihan diperkirakan berlangsung lama.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bireuen pada akhir November 2025, meninggalkan dampak yang sangat besar dan memprihatinkan. 

Data sementara yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen mencatat, sebanyak 12.752 unit rumah hilang dan rusak hampir di seluruh kecamatan.

Penjabat Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bireuen, Doli Mardian, SE, MSM menyampaikan kepada Serambinews.com pada Selasa (23/12/2025), bahwa angka tersebut menggambarkan betapa dahsyatnya terjangan banjir bandang.

Tidak hanya rumah warga, berbagai fasilitas umum juga hancur diterjang derasnya arus banjir.

Rincian kerusakan rumah dalam banjir bandang di Bireuen adalah sebagai berikut:

  • 546 unit rumah hilang disapu banjir.
  • 2.165 unit rumah rusak berat.
  • 3.361 unit rumah rusak sedang.
  • 3.896 unit rumah rusak ringan.
  • 2.784 unit rumah terendam banjir.

Baca juga: Sempat Lumpuh Diterjang Banjir Bandang, RSUD SAAS Peureulak Kembali Beroperasi

Rumah yang hilang tersebar di delapan kecamatan, antara lain:

  • Juli (141 unit), Kuta Blang (108 unit), Peusangan Selatan (86 unit), Jeumpa (77 unit), Jangka (75 unit), Peusangan (29 unit), Peudada (20 unit), dan Gandapura (10 unit).
  • Untuk rumah rusak berat, Kecamatan Peusangan mencatat jumlah tertinggi dengan 1.005 unit.
  • Disusul Kuta Blang (498 unit), Samalanga (263 unit), Jeumpa (181 unit), Jangka (77 unit), Juli (50 unit), Peusangan Siblah Krueng (44 unit), Makmur (25 unit), Gandapura (17 unit), Jeunieb (3 unit), dan Kota Juang (2 unit).
  • Rumah rusak sedang paling banyak terjadi di Kutablang (1.795 unit) dan Peusangan (1.271 unit).
  • Sementara kerusakan ringan paling parah terjadi di Samalanga dengan 3.180 unit.
  • Selain itu, rumah terendam banjir mencapai 2.784 unit, tersebar di Simpang Mamplam (1.202 unit), Peudada (818 unit), Jeumpa (539 unit), dan Pandrah (225 unit).

Baca juga: Rumah Rusak Diterjang Banjir, Warga Aceh Tamiang Minta Direlokasi:Nggak Ada Lagi yang Bisa Ditempati

Kerusakan Infrastruktur

Tak hanya rumah warga, banjir bandang juga merusak 54 jembatan, termasuk sembilan jembatan rangka baja yang runtuh akibat hantaman arus deras. 

Kondisi ini semakin menyulitkan akses transportasi dan distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November lalu juga menelan korban jiwa. BPBD Bireuen mencatat, sebanyak 34 orang meninggal dunia, sementara tiga orang masih dinyatakan hilang, dan dua orang mengalami luka berat.

BPBD bersama pemerintah daerah dan aparat terkait terus berupaya melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian posko pengungsian, hingga distribusi bantuan logistik.

Baca juga: 1.647 Warga Peusangan Siblah Krueng Masih Mengungsi, 33 Rumah Hilang

Namun, skala kerusakan yang begitu besar membuat proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang dan kerja sama lintas sektor.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved