Minggu, 26 April 2026

Banjir Landa Aceh

Rumah Rusak Diterjang Banjir, Warga Aceh Tamiang Minta Direlokasi:Nggak Ada Lagi yang Bisa Ditempati

"Nggak ada lagi yang bisa ditempati, kami minta direlokasi," kata Burhan, Sabtu (19/12/2025).

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/Rahmad Wiguna
BERJIBAKU - Warga harus berjibaku melewati jembatan Pematangdurian, Aceh Tamiang yang dipenuhi kayu akibat banjir, Sabtu (19/12/2025). Hingga H+24 sejumlah kampung masih terisolir. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Pematangdurian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang, meminta direlokasi akibat banjir bandang pada 26 November 2025.
  • Seluruh rumah di kampung tersebut hanyut atau rusak berat, sehingga tidak bisa ditempati lagi.
  • Tercatat ada 127 keluarga yang kini mengungsi secara terpisah, sebagian di tenda dan sebagian di rumah kerabat.
  • Burhanuddin (42), warga setempat, menyebut masih ada lahan lebih tinggi di Pematangdurian yang cocok untuk relokasi jika pemerintah serius menanganinya.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Masyarakat Kampung Pematangdurian, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang meminta direlokasi akibat kerusakan yang sangat parah yang disebabkan banjir bandang.

Kondisi ini diperparah dengan jembatan penghubung ke kampung mereka tidak bisa dilalui karena tumpukan kayu.

Burhanuddin (42), salah satu warga menjelaskan seluruh rumah di Kampung Pematangdurian tidak bisa ditempati lagi. Banjir bandang pada 26 November menyebabkan rumah hanyut dan rusak parah.

"Nggak ada lagi yang bisa ditempati, kami minta direlokasi," kata Burhan, Sabtu (19/12/2025).

Burhan menyebut terdapat 127 keluarga di Pematangdurian.

Saat ini seluruh warga mengungsi secara berpisah.

"Ada yang di tenda, ada juga di rumah saudara," ucapnya.

Dia memastikan masih ada lahan yang cocok untuk relokasi.

Posisinya masih di Pematangdurian dan dinilai lebih tinggi.

"Ada, kalau pemerintah serius, kami siap sediakan lahannya," kata dia.

Baca juga: Jusuf Kalla Tinjau Banjir Aceh Utara, Sebut Dampaknya Lebih Luas dari Tsunami

Warga Jalan Kaki di Atas Tumpukan Kayu

Kerusakan di Pematangdurian salah satu yang terberat.

Warga semakin kesulitan, setelah satu-satunya jembatan ke kampung mereka tidak bisa dilalui karena tumpukan kayu yang hanyut terseret banjir.

Setiap harinya warga harus berjalan kaki menjemput bantuan logistik ke Kampung Rantaubintang, Kecamatan Bandarpusaka.

Akses jalan kaki ini pun tidak mudah karena harus menyusuri lumpur dan tumpukan kayu yang sudah menutupi jalan. (*)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved