Rabu, 22 April 2026

Universitas Abulyatama Kirim Tim Medis Bantu Pulihkan Layanan Kesehatan di Aceh Tamiang

Sebanyak 45 personel diturunkan, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dokter muda, tim LPPM, dan mahasiswa.

|
Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com/HO
KIRIM TIM MEDIS - Universitas Abulyatama (Unaya) mengirimkan tim medis dan kesehatan untuk membantu pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. 
Ringkasan Berita:
  • Universitas Abulyatama menurunkan 45 personel tim medis melalui Program PKM TDB Prioritas II untuk membantu pemulihan layanan kesehatan pascabencana di Aceh Tamiang.
  • Tim fokus memulihkan fungsi Puskesmas Rantau serta memberikan layanan kesehatan berbasis kedokteran keluarga, termasuk pengobatan, penyuluhan, dan pendampingan psikososial..
  • Kegiatan didukung pendanaan DPPM Kemdiktisaintek 2025 dan disertai hibah obat-obatan, teknologi informasi, serta bahan medis bagi Puskesmas Rantau.

 

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Universitas Abulyatama (Unaya) mengirimkan tim medis dan kesehatan untuk membantu pemulihan layanan kesehatan pascabencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Tim tersebut diterjunkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana (PKM TDB) Prioritas II.

Sebanyak 45 personel diturunkan, terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dokter muda, tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), mahasiswa, serta tim dukungan lapangan. 

Mereka akan memberikan layanan tanggap darurat dan pemulihan kesehatan berbasis kedokteran keluarga di wilayah kerja Puskesmas Rantau.

Ketua Tim PKM TDB sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Unaya, Hady Maulanza, mengatakan program tersebut terlaksana berkat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025.

“Tim dosen dari Program Studi Kedokteran, Ilmu Keperawatan, Kebidanan, serta LPPM berkolaborasi dalam penyusunan dan pengusulan program ini kepada Kemdiktisaintek untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang,” ujar Hady, Selasa (23/12/2025).

Ia menjelaskan, kegiatan layanan kesehatan berbasis kedokteran keluarga ini meliputi pengobatan, penyuluhan kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi masyarakat.

Baca juga: Data BNPB Korban Bencana Banjir Sumatra: 1.112 Orang Meninggal, 176 Masih Hilang, Aceh Terbanyak

Baca juga: Peternak Aceh Utara Rugi hingga Rp130 Miliar, 131.586 Ekor Ternak Mati Diseret Banjir

Fokus utama diarahkan pada pemulihan fungsi Puskesmas Rantau yang hingga kini belum sepenuhnya operasional akibat masih banyaknya lumpur sisa banjir.

“Kami akan fokus pada pemulihan layanan kesehatan di Puskesmas Rantau. Saat ini kondisi puskesmas masih belum fungsional, sehingga selain pembersihan, tim medis dan tenaga kesehatan juga akan memberikan layanan kesehatan langsung kepada masyarakat di wilayah kerja puskesmas,” jelasnya.

Program pengabdian tersebut direncanakan berlangsung selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 Desember 2025. Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga tim, yakni tim pertama berjumlah 29 personel, tim kedua 13 personel, dan tim ketiga tiga personel.

Program Unaya Peduli

Sementara itu, Rektor Universitas Abulyatama, Agung Efriyo Hadi, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia juga mengajak seluruh civitas akademika Unaya untuk aktif membantu masyarakat Aceh yang terdampak bencana.

“Kami telah membentuk satuan tugas melalui program Unaya Peduli. Hingga saat ini, beberapa tim gabungan dosen dan mahasiswa telah kami turunkan ke Pidie Jaya, Aceh Utara, dan kini di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, melalui program PKM TDB Prioritas II ini Universitas Abulyatama juga akan menghibahkan obat-obatan, perangkat teknologi informasi, serta bahan habis pakai yang dapat dimanfaatkan Puskesmas Rantau dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ke depannya.(*)

Baca juga: 12.752 Rumah Hilang dan Rusak dalam Banjir Bandang Bireuen, Puluhan Jembatan Ambruk, Cek Datanya

Baca juga: KPK Buka Peluang Periksa Aura Kasih dalam Kasus Ridwan Kamil

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved