Selasa, 2 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Pengungsi Belum Tertangani Optimal, Jumlahnya Mencapai Ratusan Ribu

Murthalamuddin, mengatakan bahwa secara umum pemerintah terus melakukan proses konsolidasi dalam penanganan pengungsi.

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
MURTHALAMUDDIN - Jubir Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin. 
Ringkasan Berita:
  • Hampir satu bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh, penanganan terhadap ratusan ribu pengungsi masih belum optimal
  • Murthalamuddin, mengatakan bahwa secara umum pemerintah terus melakukan proses konsolidasi dalam penanganan pengungsi
  • Kita harapkan langkah cepat dalam mengkoordinir seperti pengumuman di awal bahwa pendelegasin tugas dipegang oleh pemerintah pusat sebagai komando

“Kita harapkan langkah cepat dalam mengkoordinir seperti pengumuman di awal bahwa pendelegasin tugas dipegang oleh pemerintah pusat sebagai komando,” Murthalamuddin, Jubir Posko Tanggap Darurat

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Hampir satu bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Aceh, penanganan terhadap ratusan ribu pengungsi masih belum optimal. 

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh per Selasa (23/12/2025) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 374.827 jiwa masih mengungsi dan tersebar di 2.174 titik di berbagai kabupaten/kota.

Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan bahwa secara umum pemerintah terus melakukan proses konsolidasi dalam penanganan pengungsi. Namun, ia mengakui masih terdapat berbagai kendala di lapangan. “Kalau kita lihat secara terstruktur, pengungsi memang belum tertangani dengan baik,” kata Murthalamuddin kepada Serambi. 

Murthalamuddin menegaskan bahwa kondisi tersebut saat ini paling dirasakan oleh kelompok rentan. “Terutama seperti bayi, lansia, disabilitas, ibu hamil, dan ibu melahirkan itu belum tertangani dengan baik,” ujarnya.

Menurut Murthalamuddin, diperlukan langkah cepat dan terkoordinasi agar penanganan berjalan lebih efektif. Ia berharap adanya penguatan komando dari pemerintah pusat sebagaimana telah diumumkan sebelumnya.

“Kita harapkan langkah cepat dalam mengkoordinir seperti pengumuman di awal bahwa pendelegasin tugas dipegang oleh pemerintah pusat sebagai komando,” katanya. 

Ia menambahkan, bahwa Pemerintah Aceh saat ini terus memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk membantu para pengungsi dan masyarakat terdampak.  “Pemerintah Aceh sendiri sedang sendiri sedang memanfaatkan semua sumber daya untuk membantu itu,” pungkasnya. 

Jumlah pengungsi juga tercatat sebanyak

  • Aceh Tamiang, yakni sebanyak 150.484 jiwa yang tersebar di 475 titik 
  • Aceh Utara dengan 68.484 jiwa di 311 titik
  • Gayo Lues sebanyak 33.818 jiwa di tujuh titik 
  • Bireuen 27.265 jiwa di 109 titik
  • Pidie 24.369 jiwa di 55 titik
  • Aceh Timur, terdapat 23.118 jiwa yang tersebar di 820 titik 
  • Pidie Jaya mencatat 18.546 jiwa di 107 titik. 
  • Aceh Tengah menampung 16.588 jiwa di 94 titik
  • Bener Meriah 6.829 jiwa di 45 titik
  • Nagan Raya 3.333 jiwa di 127 titik
  • Aceh Tenggara 1.699 jiwa di 23 titik 
  • Kota Lhokseumawe 354 jiwa di satu titik pengungsian.(ra)

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved