Banjir Landa Aceh
Haji Uma Desak Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara Bagi Korban Banjir
Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, SSos berkunjung ke desa terisolir di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, SSos berkunjung ke desa terisolir di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang kini sudah menjadi sungai setelah di terjang banjir bandang akhir November 2025 lalu.
Permukiman warga di Desa Ujung Karang yang dulunya berjarak satu kilometer dari bibir sungai kini lenyap dan berganti aliran sungai baru.
Menurut Haji Uma, bukan sekedar genangan air, banjir kali ini menyisakan kerusakan hingga 80 persen di tujuh desa dalam Kecamatan Serbajadi.
"Melihat kondisi ini, hunian sementara untuk masyarakat harus segera disiapkan, kita tidak bisa membiarkan warga bertahan terlalu lama di posko dengan ketidakpastian," ujar Haji Uma, Rabu (24/12/2025).
Haji Uma menekankan bahwa pemenuhan hak dasar mulai dari kesehatan, kelanjutan pendidikan anak-anak, hingga logistik pangan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah maupun pusat.
"Pemerintah harus hadir secara nyata, ini soal memanusiakan manusia," tegasnya.
Baca juga: 3 Istri Petinggi Aceh Jadi Apoteker Dadakan, Layani Lansia Korban Bencana hingga Tensi Darah
Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma menyerahkan bantuan ke sejumlah desa, yakni Desa Jering, Desa Loot, Desa Ujung Karang, Desa Simbuang, dan Desa Bunin.
Penyerahan bantuan di Kecamatan Simpang Jernih dan Kecamatan Serba Jadi turut didampingi oleh dua anggota DPRK Aceh Timur, Keuchik Ki dan Samin Alam Tanoga (Datu).
Adapun bantuan yang diserahkan secara simbolis kepada warga meliputi beras, mi instan, air mineral, roti, telur, serta alas tidur.
Dalam kunjungan itu ia juga menyoroti penyebab dibalik bencana banjir ini, menurutnya, besarnya volume kayu yang terbawa arus hingga ke permukiman menjadj indikasi kuat adanya aktivitas ilegal di hulu sungai.
"Ini bukan banjir biasa, ada indikasi kuat kerusakan hutan akibat ulah pihak tak bertanggung jawab, ada orang-orang serakah yang mengambil keuntungan pribadi, tapi masyarakat kecil yang menanggung risiko," tuturnya.
Sementara itu salah satu warga di Desa Ujung Karang, yaitu Satumin mengungkapkan bahwa rumah yang dulunya sebagai tempat tinggal ia bersama keluarga kini sudah hanyut dibawa banjir, saat ini hanya pondasi yang tersisa layaknya sebagai tanda bahwa rumahnya pernah ada.
Baca juga: Emas di Aceh Timur Kembali Mengkilap, Harga per Mayam Terus Merangkak Naik
"Semua sudah lenyap, harta benda dan rumah semua hilang tak sempat kita selamatkan, jadi kami bertahan sekarang dengan bantuan pemerintah dan pihak - pihak yang mau membantu," jelas Satumin
Kehadiran Haji Uma di posko banjir hingga malam tak hanya menyalurkan bantuan bagi para korban, tetapi juga untuk memberikan dukungan moril bagi para korban agar tetap tegas menghadapi masa pemulihan yang diprediksi membutuhkan waktu yang lama.
Percepatan hunian sementara menjadi satu-satunya jalan agar warga tidak terkatung-katung di pengungsian sebelum relokasi atau perbaikan rumah permanen dilakukan. (*)
| Percepat Rehab Lahan Pertanian Pascabanjir Aceh, Dirjen LIP Apresiasi Peran TA Khalid |
|
|---|
| Bupati Al-Farlaky Salurkan Rp 118,9 Miliar, Perbaikan 5 Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir |
|
|---|
| Pemerintah Aceh Kembali Perpanjang Status Transisi Pemulihan Pascabencana |
|
|---|
| CSM & Lembaga Donor Malaysia Bantu Huntap untuk Korban Banjir di Pidie Jaya, Disalurkan Lewat Kadin |
|
|---|
| 212 Enumerator akan Turun Verifikasi 26.741 KK Korban Banjir di Bireuen, Warga Diharap Ada di Rumah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Haji-Uma-241205.jpg)