Kamis, 23 April 2026

Banjir Landa Aceh

Ayahwa: Masih Ada Kawasan Terisolasi di Aceh Utara

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengungkapkan bahwa penanganan dampak banjir di Aceh Utara hingga kini

|
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Serambinews.com/HO/Foto Dok Pemkab Aceh Utara
Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil SE MM, akrab disapa Ayahwa memimpin distribusi bantuan ke pedalaman Aceh Utara. 

Ringkasan Berita:
  • Menurut Ayahwa, untuk mencapai Dusun Sarah Raja, warga maupun tim penanganan bencana harus melintasi Dusun Seulemak dan Dusun Bidari.
  • Namun, kondisi jalan di kawasan tersebut hancur diterjang banjir dan tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai satu meter, sehingga hanya alat berat yang mampu membersihkan dan membuka akses jalan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa, mengungkapkan bahwa penanganan dampak banjir di Aceh Utara hingga kini belum sepenuhnya tuntas.

Ia menyebutkan, kawasan pedalaman masih terisolasi Dusun Sarah Raja Desa Buket Linteung Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, meskipun status tanggap darurat bencana telah beberapa kali diperpanjang.

Hal tersebut disampaikan Ayahwa saat jumpa pers terkait penanganan banjir di Aceh Utara, Rabu (24/12/2025) di Oproom Kantor Bupati Aceh Utara, Landing Kecamatan Lhoksukon.

“Salah satu wilayah yang masih terisolasi adalah Dusun Sarah Raja, yang berada di kawasan pedalaman Aceh Utara. Hingga saat ini, akses darat menuju dusun tersebut belum dapat dilalui, sehingga mobilitas warga dan distribusi bantuan masih sangat terbatas.

Baca juga: Mayat Bayi Laki-laki Ditemukan di Pantai Lhokseumawe, Diduga Sudah 5 Hari Meninggal

Menurut Ayahwa, untuk mencapai Dusun Sarah Raja, warga maupun tim penanganan bencana harus melintasi Dusun Seulemak dan Dusun Bidari.

Namun, kondisi jalan di kawasan tersebut hancur diterjang banjir dan tertimbun lumpur dengan ketebalan mencapai satu meter, sehingga hanya alat berat yang mampu membersihkan dan membuka akses jalan.

“Sampai hari ini masih ada kawasan yang terisolasi di Aceh Utara. Kenapa dibilang terisolasi, karena untuk menuju kawasan tersebut harus naik boat menyeberang sungai, sedangkan jalan darat belum bisa dilintasi kendaraan,” kata Ayahwa.

Ia menambahkan, kondisi ini terjadi di tengah upaya penanganan yang sudah berjalan hampir satu bulan, mengingat status tanggap darurat banjir telah tiga kali diperpanjang.

Meski berbagai langkah telah dilakukan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pemulihan belum merata di seluruh wilayah terdampak.

Selain persoalan akses, Ayahwa juga menyoroti masih banyaknya korban banjir yang belum mendapatkan tenda pengungsian yang layak hingga saat ini.

Hal tersebut, menurutnya, menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena menyangkut keselamatan dan kelayakan hidup masyarakat terdampak.

“Kita berharap persoalan-persoalan ini mendapatkan perhatian dan penanganan dari Pemerintah Pusat. Tanpa intervensi pemerintah pusat, dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk membangun kembali Aceh Utara,” tegas Ayahwa.

Ayahwa menegaskan, dukungan Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan, terutama dalam pembangunan infrastruktur, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta penyediaan hunian dan fasilitas dasar bagi masyarakat korban banjir.(*)

Teks Foto

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau yang akrab disapa Ayahwa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved