Kamis, 4 Juni 2026

Banjir Landa Aceh

Kunjungi Lima Daerah Bencana, MPU Aceh Antar Bantuan Sekaligus Penguatan Rohani ke Warga Terdampak

“Bantuan ini meskipun sedikit merupakan amanah dari keluarga besar MPU Aceh. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami sebagai ulama untuk...

Tayang:
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO/Serambinews.co/HO
Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali yang akrab disapa Abu Sibreh menghadirkan keceriaan bagi ratusan anak-anak gampong pedalaman kawasan Jambo Aye, Aceh Utara, Rabu (24/12/2025). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia | Masrizal

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH  - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. 

Kehadiran para ulama di tengah masyarakat terdampak disambut dengan penuh haru, karena tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan penguatan spiritual di tengah situasi sulit pascabencana.

Ketua MPU Aceh Tgk H Faisal Ali yang akrab disapa Abu Sibreh, Rabu (24/12/2025) menyampaikan selama empat hari kunjungan muhibah, MPU Aceh telah menyambangi lima kabupaten/kota yang terdampak banjir bandang. 

Tgk Faisal menyatakan bahwa bantuan ini merupakan sumbangan dari jajaran keluarga besar MPU Aceh yang dihimpun secara gotong royong sebagai wujud solidaritas dan kepedulian ulama terhadap penderitaan masyarakat akibat bencana.

“Bantuan ini meskipun sedikit merupakan amanah dari keluarga besar MPU Aceh. Ini merupakan bentuk tanggung jawab moral kami sebagai ulama untuk hadir bersama umat, tidak hanya melalui nasihat, tetapi juga melalui tindakan nyata juga perhatian,” ujarnya.

Salah satu momen yang paling berkesan saat berkunjung ke salah satu gampong pedalaman kawasan Jambo Aye, Aceh Utara adalah ketika rombongan MPU Aceh mampu menghadirkan keceriaan bagi ratusan anak-anak, termasuk 30 anak yatim piatu dan 10 penyandang disabilitas.

“Kita paham, menghadapi musibah banjir sedahsyat ini tidaklah mudah. Karena itu, kami juga menekankan kepada aparatur gampong pentingnya menghidupkan kembali pengajian anak-anak. Gampong yang hebat, rapi, dan nyaman sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” ujarnya.

Momen Mendekatkan Diri kepada Allah

Menurutnya, musibah banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh merupakan ujian dari Allah SWT yang harus dihadapi dengan kesabaran, kebersamaan dan keimanan. 

Ia menegaskan ulama memiliki kewajiban untuk terus mendampingi masyarakat, memberikan penguatan lahir dan batin, serta menumbuhkan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Selain menyalurkan sedikit bantuan kebutuhan pokok, MPU Aceh juga memberikan tausiah dan penguatan rohani kepada masyarakat terdampak.

Dalam tausiahnya, Abu Sibreh mengajak warga untuk bersabar, mengambil pelajaran dan ibrah dari musibah, serta menjadikan peristiwa ini sebagai momentum terbaik untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melalaikan kewajiban utama sebagai seorang Muslim, terutama menjaga shalat lima waktu dalam kondisi apa pun.

Menurutnya, musibah seharusnya semakin mendekatkan hamba kepada Tuhannya, bukan sebaliknya.

“Jangan sampai bantuan datang dari masyarakat, dari para dermawan, dari berbagai pihak, tetapi kita lupa bersyukur kepada Allah dengan taubat dan meningkatkan ketakwaan. Musibah ini adalah momentum terbaik untuk kembali kepada Allah SWT,” tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved