Banjir Landa Aceh
KUDET Gelar Diskusi Kebencanaan, Soroti Kondisi Lingkungan dan Kelompok Rentan
Kajian Umat Ter-Update (KUDET) menggelar Diskusi Publik Kebencanaan yang dirangkai dengan doa bersama, Kamis (25/12/2025) di Cafe Pang
Ringkasan Berita:
- Selain diskusi, kegiatan ini juga dirangkai dengan doa bersama dan penggalangan kepedulian sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kajian Umat Ter-Update (KUDET) menggelar Diskusi Publik Kebencanaan yang dirangkai dengan doa bersama, Kamis (25/12/2025) di Cafe Pang Sagoe Kupie, Gampong Lhong Raya, Banda Aceh.
Kegiatan ini menyoroti persoalan lingkungan dan kondisi kelompok rentan sebagai dampak utama bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Diskusi publik tersebut menjadi ruang refleksi bersama atas krisis lingkungan yang berkontribusi terhadap bencana, sekaligus wadah untuk menyuarakan kepedulian terhadap kelompok rentan yang kerap menjadi pihak paling terdampak dalam situasi kebencanaan.
Mengusung subtema “Refleksi Sosio-Historis Lingkungan dan Suara Kelompok Rentan”, diskusi menghadirkan tiga pemateri dari unsur akademisi dan praktisi, yakni Prof Dr Sulaiman Tripa SH MH, Dr Zulfahrizal STP MSi, dan Prof Dr Rita Khatir STP MSc.
Para pemateri membedah persoalan kebencanaan dari perspektif lingkungan, sosial, hukum, hingga pendidikan.
Baca juga: Sejumlah Sungai dan Waduk Meluap, Puluhan Desa di Bireuen Kembali Banjir
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, penguatan regulasi, serta keberpihakan kebijakan terhadap kelompok rentan sebagai bagian dari strategi mitigasi dan pemulihan pascabencana yang berbasis data dan pengalaman lapangan.
Selain diskusi, kegiatan ini juga dirangkai dengan doa bersama dan penggalangan kepedulian sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas bencana banjir dan longsor di Aceh.
Ketua panitia yang juga founder KUDET Regina Faradilla SPsi berharap diskusi kebencanaan ini mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat, sekaligus mendorong keterlibatan aktif institusi, komunitas, dan publik luas dalam upaya mitigasi risiko bencana dan pemulihan berkelanjutan.
Acara ini turut dihadiri oleh kalangan cendekiawan, ulama, aktivis lingkungan, jurnalis, relawan, serta masyarakat umum.
Melalui kegiatan ini, KUDET juga berharap terbangunnya relasi baru, pertukaran pengetahuan, dan lahirnya aksi nyata yang berkelanjutan dalam merawat dan memulihkan kondisi Aceh pascabencana.(*)
| Sawah Rusak Berat di Pidie Butuh Penanganan Segera |
|
|---|
| UMKM Korban Bencana Dapat Rp 3 Juta, Prabowo Siapkan Banpres Rp 1,2 Triliun |
|
|---|
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Diskusi-oopjkl.jpg)