Banjir Landa Aceh
AMPI Aceh dan PMI Kembali Antar Bantuan ke Lokasi Bencana, Dari Pidie Jaya Hingga Tamiang
Rombongan yang dimpin Ketua AMPI Aceh, Khalid bergerak dari Kantor AMPI Aceh di Banda Aceh. Satu truk bersama dua pikap meluncur ke daerah bencana.
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- AMPI Aceh bersama PMI kembali menggelar misi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan bagi korban banjir bandang di Pidie Jaya dan Aceh Tamiang, Kamis (25/12/2025).
- Bantuan meliputi sembako, sandang, tandon air, jeriken, tenda darurat, perlengkapan sekolah, serta 100 Al-Qur’an untuk warga terdampak.
- Tenda darurat dimanfaatkan sebagai sekolah sementara, tempat mengaji, dan trauma healing guna mendukung pemulihan serta keberlanjutan pendidikan anak-anak korban bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Misi kemanusiaan kembali dilakukan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Aceh dan Palang Merah Indonesia (PMI), Kamis (25/12/2025).
Rombongan yang dimpin Ketua AMPI Aceh, Khalid bergerak dari Kantor AMPI Aceh di Banda Aceh. Satu truk bersama dua pikap meluncur ke daerah bencana.
Mereka mengantar bantuan untuk warga terdampak bencana, mulai dari Pidie Jaya hingga Aceh Tamiang, daerah terparah dihantam banjir bandang pada 26 November 2025.
“Hari ini kita kesekian kalinya bergerak menuju ke lokasi banjir. Kita bawakan berupa kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat,” katanya kepada Serambinews.com.
Khalid yang juga Ketua PMI Pidie Jaya mengatakan, di Pidie Jaya pihaknya akan menyalurkan logitik sembako seperti beras, minyak goreng, roti, serta kebutuhan sandang.
Selain itu, pihaknya juga akan bergotong royong membersihkan sekolah yang sebelumnya terendam lumpur agar proses pembelajaran bisa kembali bergulir.
Baca juga: Bupati Safaruddin Kenang Almarhum Kajari Abdya: Beliau Sosok Humanis dan Berintegritas Tinggi
Selain di Pidie Jaya, sasaran selanjutnya adalah Aceh Tamiang. Di sana pihaknya membawa beberapa tandon air atau tempat penampungan, jeriken agar masyarakat bisa mengambil air, dan tenda.
Tenda darurat sumbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) yang didirikan nantinya akan dijadikan sebagai tempat anak-anak belajar, mengaji, dan digelar trauma healing.
Dalam program pendidikan, Khalid mengatakan akan mengajak relawan PMI dan mahasiswa untuk menjadi guru bagi anak-anak di masa darurat.
“Kita juga membawa peralatan sekolah seperti baju SD, SMP, dan juga SMA,” sebut anggota DPRA dari Fraksi Partai Golkar ini.
Di samping itu, pihaknya juga membawa 100 Al-Quran untuk dihadiahkan kepada anak-anak maupun orang tua.
“Dengan kita hadiahkan Al-Quran kepada mereka, bisa menyejukkan hatinya dalam suasana musibah,” ungkap dia.
Baca juga: Tim PKM Tanggap Darurat Bencana Abulyatama Pulihkan Layanan Puskesmas Rantau
Khalid mengatakan bantuan yang dibawa tersebut merupakan donasi dari keluarga besar AMPI dari seluruh Indonesia dan PMI.
Dengan bantuan ini, setidaknya bisa membantu korban bencana, terutama anak-anak dalam hal keberlanjutan pendidikan mereka melalui sekolah tenda. (*)
| Sawah Terdampak Banjir Sedang Dinormalisasi, Ini Harapan Kadistanbun Bireuen |
|
|---|
| Puluhan Huntara Penyintas Banjir di Aceh Utara Porak-Poranda Diterpa Angin Kencang |
|
|---|
| Petani tak Bisa Tanam, Irigasi di Bireuen Butuh Perbaikan dan Normalisasi |
|
|---|
| Bantuan Pemerintah Hong Kong Disalur Untuk Korban Bencana di 7 Daerah |
|
|---|
| Mualem Minta Dukungan DPR RI Percepat Anggaran Rehab Rekon Periode 2026–2028 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AMPI-Aceh-25122025.jpg)